Jakarta, TopBusiness — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka perdagangan Selasa (8/9/2026) di zona hijau. IHSG menguat 19,84 poin atau 0,30 persen ke level 6.639,51.
Penguatan juga terjadi pada kelompok 45 saham unggulan. Indeks LQ45 naik 1,31 poin atau 0,20 persen ke level 657,73.
Penguatan IHSG pada awal perdagangan menunjukkan mulai munculnya minat beli investor setelah indeks mengalami tekanan pada sesi sebelumnya. Namun, penguatan tersebut masih perlu dikonfirmasi oleh perkembangan transaksi sepanjang sesi perdagangan.
Saham perbankan menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan. Dengan kapitalisasi pasar yang besar, pergerakan BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI memiliki pengaruh signifikan terhadap arah IHSG. Apabila saham-saham tersebut mampu melanjutkan penguatan, indeks berpeluang bergerak menuju level resistance berikutnya.
Sebaliknya, apabila aksi jual kembali menekan saham-saham big caps, penguatan pada awal perdagangan berpotensi kehilangan momentum.
Secara teknikal, IHSG masih berada dalam fase konsolidasi. Area 6.600 menjadi salah satu level penting untuk diperhatikan sebagai support, sedangkan level 6.650–6.700 menjadi area resistance terdekat.
Dengan posisi pembukaan di 6.639,51, IHSG saat ini berada cukup dekat dengan resistance 6.650. Kemampuan indeks menembus dan bertahan di atas level tersebut akan menjadi sinyal positif bagi kelanjutan penguatan. Jika gagal, indeks berpotensi kembali bergerak sideways atau menguji area support.
Investor juga akan mencermati arah aliran dana asing, volume transaksi, pergerakan rupiah, serta sentimen pasar global. Dengan demikian, kenaikan IHSG pada pembukaan perdagangan belum dapat sepenuhnya dianggap sebagai perubahan tren, melainkan masih menjadi indikasi awal adanya rebound setelah tekanan pada perdagangan sebelumnya.
Data AI
