Jakarta, TopBusiness—PT Era Graharealty, Tbk., merencanakan go private atau tak lagi terdaftar sebagai perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam keterbukaan informasi untuk investor bursa saham, hari ini, Direktur Utama Era Graharealty, Darmadi Darmawangsa, menjelaskan beberapa penyebab hal itu. Yakni karena perusahaan tersebut menempuh perubahan strategi bisnis hingga tidak lagi memerlukan pendanaan melalui pasar modal.
Dan tidak memiliki rencana menggalang dana melalui pasar modal di masa mendatang.
Kemudian, perusahaan itu akan meningkatkan efisiensi termasuk biaya operasional dengan tujuan meningkatkan daya saing di pasar yang semakin kompetitif. “Kami pun bermaksud untuk lebih memiliki fleksibilitas dalam menjalankan kegiatan usahanya, termasuk dalam pengembangan bisnis, serta restrukturisasi usaha bila diperlukan,” kata Darmadi.
Dalam go private itu, APAC Investment 2 Pte. Ltd., selaku pemegang saham mayoritas, akan membeli saham publik yang beredar.
Saham yang akan dibeli oleh perusahaan asal Singapura itu maksimal 89.305.900 saham publik, yang mewakili 9,402% dari jumlah seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh.
Jadwal RUPSLB (rapat umum pemegang saham luar biasa) mengenai rencana go private dan delisting itu akan diadakan 20 Oktober 2026 di Jakarta.
