TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kementerian ESDM Kembangkan EBT di Pulau Buru, Dorong Percepatan Energi di Daerah Terpencil

Albarsyah
16 September 2026 | 15:57
rubrik: BUMN
Kementerian ESDM Hadirkan PEP

foto : istimewa

Jakarta, TopBusiness — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mengakselerasi pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) di Pulau Buru, Provinsi Maluku. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat keandalan pasokan listrik berbasis energi bersih sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah kepulauan.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Prof. Eniya Listiani Dewi mengatakan pengembangan EBT di Pulau Buru diarahkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan listrik, tetapi juga menopang berbagai sektor produktif masyarakat.

“Program energi terbarukan tidak hanya menyediakan listrik, tetapi juga dapat mendorong kegiatan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah kepulauan,” kata Eniya di Ambon, Selasa.

Menurut Eniya, pengembangan potensi EBT di Pulau Buru telah masuk dalam peta jalan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034. Sejumlah sumber energi lokal disiapkan untuk dikembangkan, mulai dari panas bumi, tenaga air, tenaga surya hingga biomassa.

Pemanfaatan energi bersih tersebut juga diarahkan untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat. Salah satunya melalui penyediaan listrik bagi fasilitas cold storage untuk menjaga kualitas hasil perikanan serta mendukung proses pengeringan berbagai komoditas pertanian dan perikanan.

Salah satu proyek utama yang dikembangkan adalah Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Wapsalit dengan kapasitas 20 megawatt (MW). Proyek yang telah mengantongi Izin Panas Bumi (IPB) tersebut ditargetkan mencapai Commercial Operation Date (COD) pada 2028.

WKP Wapsalit memiliki potensi untuk mendukung kebutuhan listrik sektor produktif di Pulau Buru. Di antaranya kebutuhan operasional green mining yang mencapai 32 MW serta kebutuhan daya untuk cold storage hingga 40 MW.

Selain panas bumi, pemerintah juga menyiapkan pengembangan sumber energi berbasis air. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Way Tina direncanakan memiliki kapasitas 4 x 3 MW dengan target COD pada 2030.

BACA JUGA:   Kini Warga Kelurahan Sultra Ini Mudah Beli BBM

Sementara itu, Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) Wae Mala memiliki kapasitas 1,1 MW dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2029.

Untuk memenuhi kebutuhan listrik dalam jangka pendek, pemerintah juga menyiapkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dilengkapi Battery Energy Storage System (BESS) di Namlea dengan kapasitas 5 MW. Proyek tersebut ditargetkan segera beroperasi.

Pengembangan energi berbasis biomassa juga menjadi bagian dari upaya diversifikasi sumber listrik di Pulau Buru. Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) Namlea 2 dengan kapasitas 10 MW ditargetkan beroperasi pada 2029.

Eniya mengatakan pengembangan berbagai sumber EBT tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas pemanfaatan energi bersih sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM), khususnya di wilayah kepulauan.

Secara nasional, bauran energi baru dan terbarukan saat ini telah mencapai sekitar 18,3 persen. Namun, tantangan transisi energi di wilayah kepulauan masih cukup besar karena sejumlah pulau kecil masih mengandalkan BBM sebagai sumber utama energi pembangkit listrik.

Karena itu, Kementerian ESDM terus mendorong percepatan transisi energi di daerah terpencil dan kepulauan melalui pemanfaatan sumber energi lokal yang disesuaikan dengan karakteristik serta potensi geografis masing-masing wilayah.

Pengembangan EBT di Pulau Buru diharapkan tidak hanya memperkuat sistem kelistrikan, tetapi juga menciptakan ekosistem energi yang mampu menopang kegiatan ekonomi, meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat.

Tags: kementerian esdm
Previous Post

Pertamina Perkuat Ketahanan Energi melalui Integrasi Infrastruktur LNG

Next Post

Pembangunan Bendungan Pelosika Disiapkan, Bakal Jadi yang Terbesar di Sulawesi Tenggara

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR