Jakarta, TopBusiness – PT Sariguna Primatirta Tbk (IDX: CLEO) memperkuat strategi pengembangan merek melalui peluncuran produk baru dan penyelenggaraan festival kuliner. Produsen air minum dalam kemasan (AMDK) tersebut memperkenalkan CLEO Galon Praktis 15 Liter sekaligus menggelar Festival Kuliner CLEO di Surabaya pada 5–6 September 2026.
Peluncuran produk dan festival kuliner ini menjadi bagian dari upaya perseroan memperluas penetrasi pasar, meningkatkan kesadaran merek (brand awareness), serta membuka peluang pertumbuhan penjualan. CLEO mengintegrasikan inovasi produk dengan aktivitas pemasaran untuk memperkuat kedekatan dengan konsumen.
CLEO Galon Praktis 15 Liter diluncurkan pada Sabtu, 5 September 2026, bertepatan dengan rangkaian Festival Kuliner CLEO. Produk tersebut hadir dengan format yang lebih ringan dan mudah diangkat, serta menggunakan kemasan 100% bebas BPA (Bisphenol-A).
Momentum peluncuran tersebut sekaligus mengantarkan CLEO meraih tiga penghargaan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Penghargaan tersebut mencakup kategori perusahaan air minum murni dalam kemasan dengan pabrik terbesar, produsen botol AMDK teringan, dan AMDK pertama dengan galon bebas BPA.
CEO CLEO Melisa Patricia mengatakan, inovasi produk dan penguatan merek menjadi bagian dari strategi perseroan untuk menjaga momentum pertumbuhan yang telah dicapai pada paruh pertama tahun ini.
“Untuk memastikan supaya kinerja solid tersebut berlanjut di paruh kedua, CLEO akan semakin agresif untuk bertumbuh melalui berbagai upaya penguatan pangsa pasar,” kata Melisa dalam keterangan persnya, Kamis (17/9/2026).
Festival Kuliner CLEO yang berlangsung selama dua hari di Surabaya turut dimeriahkan dengan berbagai kegiatan olahraga dan acara musik. Melalui kegiatan tersebut, perseroan mengangkat potensi kuliner Nusantara sekaligus memperluas interaksi dengan konsumen.
CLEO melihat festival kuliner sebagai sarana untuk mencapai sejumlah tujuan bisnis secara bersamaan, mulai dari memperkuat merek, meningkatkan penetrasi pasar, hingga menciptakan peluang peningkatan penjualan.
Selain penyelenggaraan acara, perseroan juga aktif melakukan promosi melalui platform digital sebagai bagian dari strategi peningkatan brand awareness. Aktivitas pemasaran tersebut melengkapi upaya CLEO dalam memperkuat posisi merek di tengah persaingan industri AMDK.
Perluas Distribusi dan Kapasitas Produksi
Penguatan pasar CLEO juga ditopang oleh ekspansi distribusi yang berkelanjutan. Saat ini, perseroan memiliki sekitar 11.000 mitra distribusi dan 500 distribusi internal.
Jangkauan distribusi tersebut diperkuat dengan keberadaan pabrik yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. CLEO saat ini memiliki 33 pabrik air minum, termasuk fasilitas baru di Palu yang mulai beroperasi pada kuartal III tahun ini.
Jumlah pabrik tersebut ditargetkan bertambah dengan rencana pengoperasian fasilitas baru di Pontianak dan Pekanbaru pada kuartal IV 2026.
“Angka ini akan segera bertambah, karena pabrik baru di kota Pontianak dan Pekanbaru kami jadwalkan akan bisa mulai beroperasi pada kuartal IV tahun ini,” ujar Melisa.
Menurutnya, kualitas produk dan daya saing menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan perseroan. CLEO mengusung slogan “Murni Airnya, Segar Rasanya” sebagai identitas produk air minum murni yang membedakannya dari air mineral.
Strategi pengembangan produk, perluasan distribusi, dan penguatan merek tersebut dijalankan untuk mempertahankan posisi CLEO sebagai pilihan konsumen.
Pada semester pertama tahun ini, CLEO membukukan pertumbuhan laba 27% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp262,5 miliar. Penjualan perseroan juga meningkat 23,8% YoY menjadi Rp1,7 triliun, dengan kontribusi dominan berasal dari segmen produk botol.
Berbekal kinerja tersebut serta berbagai inisiatif pengembangan bisnis yang disiapkan, CLEO memproyeksikan dapat menutup tahun ini dengan pertumbuhan kinerja dua digit.
