Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat tipis pada perdagangan Senin (21/9/2026). IHSG naik 5,74 poin atau 0,09 persen ke level 6.446,90 dari penutupan perdagangan Jumat (18/9/2026) di posisi 6.441,16.
Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turut bergerak positif. LQ45 naik 0,49 poin atau 0,08 persen ke level 640,74.
Namun, penguatan IHSG tersebut belum mampu bertahan lama. Pada menit-menit awal perdagangan, IHSG berbalik melemah sekitar 0,27 persen setelah sempat dibuka di zona hijau. Kondisi tersebut menunjukkan tekanan jual masih membayangi pergerakan pasar meski indeks mengawali perdagangan dengan penguatan.
Aktivitas transaksi pada awal perdagangan terpantau cukup ramai. Volume perdagangan mencapai 731,22 juta saham dengan frekuensi sekitar 66,18 ribu kali. Sementara itu, nilai transaksi yang tercatat pada menit-menit awal perdagangan mencapai Rp320,26 miliar.
Pergerakan Saham
Pergerakan harga saham pada awal perdagangan berlangsung beragam. Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi perhatian investor karena perubahan harga saham-saham tersebut turut memengaruhi pergerakan IHSG.
Penguatan pada pembukaan perdagangan menunjukkan masih adanya minat beli investor, tetapi perubahan arah indeks setelah pembukaan memperlihatkan aksi jual kembali muncul. Kondisi tersebut membuat pergerakan IHSG pada awal sesi cenderung fluktuatif.
Di pasar regional, sejumlah indeks saham Asia juga bergerak di zona merah. Nikkei 225 Jepang melemah 0,52 persen, Hang Seng Hong Kong turun 0,14 persen, SSE Composite China terkoreksi 0,51 persen, sedangkan Straits Times Singapura turun 0,20 persen.
Tekanan dari pasar regional tersebut turut menjadi perhatian investor domestik karena dapat memengaruhi sentimen perdagangan di BEI.
Rupiah Melemah
Dari pasar valuta asing, rupiah turut bergerak melemah. Rupiah turun 65,20 poin atau 0,37 persen ke level Rp17.801 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan sebelumnya Rp17.735,80 per dolar AS.
Pelemahan rupiah dapat menjadi salah satu faktor yang diperhatikan investor, terutama terhadap saham-saham yang memiliki eksposur terhadap pergerakan nilai tukar dan kewajiban dalam mata uang dolar AS.
Analisis Awal Perdagangan
Pembukaan IHSG di level 6.446,90 menunjukkan adanya upaya penguatan pada awal pekan. Namun, pembalikan arah setelah pembukaan mengindikasikan bahwa daya beli belum sepenuhnya mampu mengimbangi tekanan jual.
Volume perdagangan yang mencapai lebih dari 731 juta saham dengan nilai transaksi sekitar Rp320 miliar menunjukkan aktivitas pasar sudah berlangsung cukup aktif sejak awal sesi. Investor masih melakukan transaksi di tengah kondisi pasar yang dipengaruhi sentimen eksternal dan pergerakan nilai tukar rupiah.
Secara teknikal, pergerakan IHSG pada perdagangan Senin perlu dicermati pada area support dan resistance. Sebelumnya, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG bergerak relatif terbatas dengan area support 6.362 dan resistance 6.570.
Pasar juga akan mencermati agenda Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 22–23 September 2026 karena keputusan dan arah kebijakan moneter BI dapat menjadi salah satu katalis bagi pasar keuangan domestik.
Dengan demikian, penguatan IHSG pada pembukaan perdagangan belum menunjukkan arah pergerakan sepanjang hari. Investor masih menghadapi kombinasi sentimen dari pasar global, pelemahan rupiah, serta dinamika saham-saham berkapitalisasi besar. Perubahan volume, nilai transaksi, dan frekuensi perdagangan pada sesi berikutnya akan menjadi indikator penting untuk melihat kekuatan aksi beli maupun tekanan jual.
Data AI
