Jakarta, BusinessNews Indonesia – Danone-AQUA, Alfamart, Telkomsel dan Smash serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), meluncurkan Smart Drop Box (SDB) di area Car Free Day (CFD) Jakarta, Minggu (13/5). SDB merupakan tempat sampah pintar yang dilengkapi sistem pemindai barcode botol plastik dan terhubung dengan mySmash, yaitu aplikasi yang membantu pengguna SDB untuk mencatatkan sampah botol yang dikumpulkan dan mendapatkan imbalan poin yang dapat digunakan sebagai pembayaran online.
Menurut Vice President General Secretary Danone Indonesia, Vera Galuh Sugijanto, kolaborasi ini akan mendorong tumbuhnya masyarakat yang bijak berplastik. Dengan adanya Smart Drop Box, masyarakat menjadi termotivasi untuk melakukan pengumpulan dan pemilahan sampah plastik. Selain itu, program SDB bertujuan untuk mengedukasi konsumen jika sampah plastik dapat didaur ulang dan memiliki nilai ekonomi, serta secara nyata berkontribusi untuk mengatasi masalah sampah di Indonesia.”Pada tahun 2025 kami targetkan dapat mengumpulkan lebih banyak sampah plastik dari yang kami gunakan,” tambah Vera.
Hal senada dikatakan Corporate Communication GM PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Ivan Hermawan. Dia menjelaskan, sebagai toko komunitas yang dikenal dekat dengan masyarakat, perusahaan menyambut positif kerja sama yang diharapkan bisa memberikan banyak manfaat bagi masyarakat luas, khususnya di sekitar toko Alfamart. Alfamart berharap masyarakat bisa lebih aware dengan kebersihan lingkungan, terutama yang bersumber dari sampah plastik. Sehingga nanti bisa turut mengurangi permasalahan limbah plastik di Tanah Air.
Ditempat yang sama, Vice President Corporate Planning Telkomsel, Andi Kristianto mengatakan Smart Drop Box ini menunjukkan teknologi khususnya IoT bermanfaat dalam meningkatkan kualitas dan produktivitas hidup serta sejalan dengan visi Telkomsel untuk melakukan transformasi digital. Apalagi, implementasi inovasi IoT dalam Smart Drop Box merupakan bagian dari upaya Telkomsel dalam mengakselerasi terbentuknya ekosistem IoT di Indonesia, seiring pesatnya perkembangan IoT di masa mendatang.
Chief Executive Officer Smash, Putra Fajar Alam menjelaskan, solusi inovasi Smart Drop Box ini berguna untuk menambah value chain end-to-end upaya kepedulian terhadap lingkungan dengan menggunakan teknologi informasi, yang sudah dijalani Smash semenjak tahun 2015. Dalam mewujudkan mimpinya mengelola 50% sampah anorganik yang berkolaborasi dengan Bank Sampah, Smart Drop Box ini akan menjadi salah satu unggulan inovasi agar masyarakat lebih tertarik untuk berpartisipasi dalam kegiatan pemilahan sampah.
Sementara itu, Novrizal Tahar, Direktur Pengelolaan Sampah, Direktorat Jenderal Pengelolaan Limbah, Sampah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) akan terus mendorong upaya pengurangan sampah yang dilakukan oleh produsen dan memberikan apresiasi untuk kolaborasi yang dilakukan oleh produsen dengan berbagai pihak dengan memanfaatkan teknologi untuk mempermudah prosesnya. “Tempat sampah pintar yang dilengkapi sistem pemindai barcode botol plastik dan terhubung dengan mySmash, ini adalah best practice yang patut direplikasi oleh perusahaan-perusahaan lainnya untuk bekerjasama lintas sektor,” katanya. (red/JU)
