Jakarta, BusinessNews Indonesia – Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada para korban dari peristiwa teror bom di Surabaya. Dirinya bahkan meminta agar seluruh masyarakat tidak panik dan tetap tegar dalam menghadapi ancaman teror tersebut.
Bos pasar modal ini menyebut hal lumrah jika masyarakat sebagai manusia mengalami ketakutan terhadap aksi teror tersebut. Namun ketakutan tersebut jangan sampai menjadikan masyarakat Indonesia khususnya menjadi lemah.
“Saya atas kejadian pemboman ini kita kaget, kita prihatin tapi kita tegar. Kita enggak bisa bilang kita enggak takut, siapa yang enggak takut sama bom. Tapi kita tegar lah ya kita tetap tegar,” ujarnya saat berbincang dengan media di Hall BEI, Jakarta, Senin (15/5/2018).
Sebelumnya Tito meminta para pegawai Self Regulatory Organizational (SRO) termasuk didalamnya karyawan KPEI dan KSEI untuk mengenakan pakaian putih dengan pita hitam di lengan kanan selama tiga hari. Hal ini dilakukan sebagai tanda belasungkawa kepada korban aksi teror yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo.
Bahkan dirinya juga mengimbau kepada perusahaan yang tercatat dan Anggota Bursa (AB) untuk melakukan hal yang sama. Yakni dengan mengenakan pakaian putih dengan pita hitam sebagai bentuk ketegaran.
Tito juga meminta kepada masyarakat memberikan dukungan baik secara moral maupun dengan doa kepada pihak kemanan. Dirinya percaya jika pihak kemanan bisa mengatasi masalah tersebut (teror bom) yang terjadi secara beruntun.
“Kalau bom itu kita mau apa, kita tunjukkan aja kita prihatin tapi tetap tegar kok. Kita percayakan kepada kepolisian,” ucap dia.
