Jakarta, TopBusiness—Dalam sepekan terakhir Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 6.241 atau melemah kurang lebih -3,09% dibandingkan pekan sebelumnya dengan outflow asing mencapai Rp 3.5 Triliun di pasar reguler.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan menegaskan pelemahan IHSG dipengaruhi oleh sentimen global dan domestik. Dari global ada sentimen tensi geopolitik, di mana serangan Houthi terhadap infrastruktur energi Saudi Aramco kembali meningkatkan risiko gangguan pasokan minyak global.
“Gangguan pada East–West Pipeline Saudi yang menjadi jalur alternatif pengiriman minyak untuk menghindari Selat Hormuz mempersempit fleksibilitas distribusi ketika jalur utama menghadapi risiko eskalasi,” ia mengatakan dalam analis terbaru yang diterima pagi ini oleh Majalah TopBusiness.
Sementara itu dari domestik, ada sentimen BI Rate, di mana Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di 5,75% pada RDG 22–23 September, meskipun The Fed menaikkan suku bunga 25 bps.
“Fokus BI saat ini lebih kuat pada stabilitas Rupiah dan inflasi sekaligus tetap menjaga momentum pertumbuhan,” terangnya.
Sentimen dan Rekomendasi IPOT Pekan Ini
Berbicara tentang potensi market pada pekan 28 September – 2 Oktober 2026, David menegaskan topik higher-for-longer kembali menguat setelah The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 bps menjadi 3,75%-4,00% pada 16 September 2026. Langkah serupa juga diambil ECB yang menaikkan suku bunga 25 bps pada 10 September serta BOJ yang menaikkan suku bunganya ke level 1,25%.
Selain itu, sentimen data ekonomi AS yang masih solid, termasuk klaim pengangguran yang turun ke level terendah dalam hampir 60 tahun memperkuat ekspektasi pengetatan lanjutan dan mendorong dolar AS ke level tertinggi dalam dua bulan.
Ia menambahkan kenaikan US Treasury yields, terutama pada tenor panjang, meningkatkan required risk premium di emerging markets, sehingga berpotensi mendorong realokasi portofolio dari emerging market menuju aset AS.
Sementara itu, risiko geopolitik masih menjadi variabel utama bagi pergerakan harga minyak. Eskalasi tensi AS–Iran dan serangan Houthi terhadap East–West Pipeline milik Saudi Aramco, yang menjadi jalur alternatif untuk menghindari Selat Hormuz, mendorong Brent kembali menembus di US$100/barel. WTI juga teracat menguat 12.38% MoM ke level US92,41/barel.
“Harga minyak memang mulai termoderasi di pekan terakhir September seiring berlangsungnya pembicaraan AS Iran terkait kemungkinan pembukaan kembali Selat Hormuz secara bertahap. Namun, hasil perundingan tersebut akan menjadi penentu utama arah harga energi di bulan Oktober, sekaligus ekspektasi inflasi global,” jelasnya.
Dari sisi domestik, Bank Indonesia yang mempertahankan BI-Rate di level 5,75% pada RDG 22–23 September, dengan fokus pada stabilitas Rupiah dan inflasi perlu dicermati lebih lanjut.
“Tekanan terhadap Rupiah masih berlanjut. Per 25 September Rupiah berada di kisaran Rp17.903/USD dan JISDOR (Jakarta Interbank Spot Dollar Rate) di Rp17.917/USD. Meski begitu, cadangan devisa yang solid di sekitar US$146,5 miliar memberikan bantalan bagi stabilisasi nilai tukar.”
Di saat yang sama, inflasi Agustus naik menjadi 3,19% YoY dari 2,88% pada Juli, didorong volatile food dan core inflation. Risiko tambahan dari harga energi dan potensi El Nino terhadap pangan membuat ruang pelonggaran moneter dalam waktu dekat semakin terbatas.
David selanjutnya merekomendasikan saham dan reksa dana ini.
- Buy MDKA (Current Price: 3,070, Entry: 3,070, Target Price: 3,300 (7.49%), Stop Loss: 2,980 (-2.93%) dan Risk to Reward Ratio 1:2.6). Harga saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) konsisten bergerak di MA5 dan smart money masih cenderung akumulasi pada 5 hari terakhir sehingga saham ini layak ditradingkan pekan ini.
- Buy AUTO (Current Price: 3,380, Entry: 3,380, Target Price: 3,610 (6.80%), Stop Loss: 3,290 (-2.66%) dan Risk to Reward Ratio 1:2.6). Saham AUTO (PT Astra Otoparts Tbk) retrace sehat di fase uptrend dan price action mengindikasi potensi breakout sehingga layak buy pekan ini.
- Buy KETR (Current Price: 975, Entry: 975 (1,295), Target Price: 1,080 (10.77%), Stop Loss: 925 (-5.13%) dan Risk to Reward Ratio 1:2.1). Harga saham KETR (PT Ketrosden Triasmitra Tbk) konsisten bergerak di atas MA20 dan pada Jumat pekan lalu naik dengan high volume breakout sehingga layak buy pada pekan ini.
- Buy Reksa Dana Saham Premier ETF IDX High Dividend 20 (XIHD). Dengan kondisi pasar yang masih sensitif terhadap volatilitas IHSG, ETF berbasis high dividend Power Fund Series (PFS) XIHD relatif menarik bagi investor yang mencari income/yield.
