Jakarta, TopBusiness — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka melemah pada perdagangan Senin (28/9/2026). IHSG turun 32,14 poin atau 0,51 persen ke posisi 6.209,75.
Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 juga bergerak di zona merah dengan turun 4,17 poin atau 0,67 persen ke posisi 616,94.
Tekanan terhadap pasar saham domestik berlanjut pada menit-menit awal perdagangan. Berdasarkan data perdagangan BEI sekitar 10 menit setelah pembukaan, volume transaksi saham tercatat mencapai 5,49 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp1,1 triliun.
Frekuensi perdagangan pada awal sesi tercatat sebanyak 222.369 kali transaksi. Aktivitas tersebut berlangsung di tengah perubahan harga saham yang didominasi oleh saham-saham yang mengalami penurunan.
Sebanyak 406 saham tercatat melemah, sedangkan 204 saham menguat dan 140 saham tidak mengalami perubahan harga. Dengan demikian, jumlah saham yang turun lebih banyak dibandingkan saham yang menguat pada awal perdagangan.
Pelemahan IHSG terjadi setelah indeks pada perdagangan Jumat (25/9/2026) ditutup di level 6.241,89 atau turun 0,90 persen.
Perdagangan saham pada Senin juga menjadi perhatian pelaku pasar seiring mulai berlakunya perubahan batas harga minimum saham dari sebelumnya Rp50 menjadi Rp1. Ketentuan tersebut berlaku di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai 28 September 2026.
Perubahan batas harga minimum tersebut memberikan ruang pergerakan harga yang lebih luas bagi saham-saham yang sebelumnya tertahan di level Rp50. Kebijakan ini juga berkaitan dengan upaya mendukung proses pembentukan harga dan meningkatkan likuiditas perdagangan saham.
Pelaku pasar selanjutnya mencermati perkembangan IHSG dan aktivitas transaksi sepanjang sesi pertama untuk melihat arah pergerakan pasar setelah pembukaan perdagangan.
Data AI
