TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

BSI Catat Pembiayaan Kendaraan Rp 6,75 Triliun, EV Tumbuh 66 Persen

Nurdian Akhmad
29 September 2026 | 13:32
rubrik: Business Info
Hari Ini BSI Cairkan Dividen Rp1,51 Triliun, Naik 44%

foto: www.bankbsi.co.id

Jakarta, TopBusiness – Minat masyarakat terhadap kendaraan listrik terus menunjukkan tren positif. PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatat pembiayaan kendaraan listrik melalui produk BSI OTO tumbuh 66 persen hingga Juli 2026.

Direktur Retail Banking Bank BSI Kemas Erwan Husainy mengatakan, peningkatan pembiayaan kendaraan listrik tersebut terutama terlihat di kalangan generasi muda. Tren tersebut menunjukkan semakin kuatnya perhatian masyarakat terhadap kendaraan yang tidak hanya efisien dari sisi biaya operasional, tetapi juga memiliki aspek keberlanjutan.

“Sementara itu, pembiayaan kendaraan listrik di BSI meningkat 66 persen,” ujar Kemas dalam keterangan tertulis, Selasa (29/9/2026).

Secara keseluruhan, outstanding pembiayaan kendaraan melalui BSI OTO hingga Juli 2026 mencapai sekitar Rp6,75 triliun. Nilai tersebut tumbuh 11,34 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Menurut Kemas, pertumbuhan tersebut memperlihatkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan pribadi masih tetap kuat. Namun, pertimbangan konsumen dalam membeli kendaraan kini semakin berkembang, termasuk dalam menentukan pilihan pembiayaan.

“Keputusan pembelian semakin disertai pertimbangan yang matang, termasuk dalam memilih skema pembiayaan yang aman, transparan, dan sesuai prinsip syariah,” katanya.

Untuk menangkap perubahan kebutuhan tersebut, BSI menghadirkan pembiayaan kendaraan melalui BSI OTO, termasuk pembiayaan untuk Kendaraan Berwawasan Lingkungan (KBL). Produk ini ditujukan untuk memberikan akses pembiayaan kendaraan yang terjangkau dan mudah, sekaligus tetap sesuai dengan prinsip syariah.

Kemas menilai meningkatnya minat terhadap kendaraan listrik tidak semata-mata berkaitan dengan perkembangan teknologi. Faktor efisiensi biaya operasional serta perubahan gaya hidup, khususnya pada generasi muda yang semakin memperhatikan isu keberlanjutan, turut menjadi pendorong.

Di sisi lain, BSI menyatakan kualitas pembiayaan BSI OTO tetap terjaga. Kondisi tersebut dinilai mencerminkan kepercayaan nasabah terhadap solusi pembiayaan yang ditawarkan perseroan.

BACA JUGA:   Membangun BUMD Hebat untuk Percepatan Pertumbuhan Ekonomi

BSI pun berkomitmen memperkuat pembiayaan kendaraan listrik sebagai bagian dari dukungan terhadap perkembangan industri otomotif nasional. Perseroan berupaya menyediakan pembiayaan yang kompetitif, mudah diakses, serta tetap mengedepankan prinsip-prinsip syariah.

“Melalui BSI OTO, perseroan berharap dapat menjadi mitra masyarakat dalam mewujudkan mobilitas yang lebih modern, bertanggung jawab, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung pengembangan industri otomotif nasional menuju ekonomi hijau,” pungkas Kemas.

Tags: bsipembiayaan kendaraan listrik
Previous Post

Menara Astra Kurangi Konsumsi Energi via Solusi AI

Next Post

Menkop Ajak BKMT Sinergikan Dakwah Ekonomi Syariah dan Koperasi Masjid

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR