Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG kemarin ditutup koreksi 0.83%, disertai dengan net sell asing Rp 1.56 triliun. Saham yang paling banyak dijual asing adalah TLKM, BMRI, BBCA, ASII, dan BBRI.
Untuk perdagangan hari ini, menurut Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, laju IHSG berpotensi lanjut koreksi, dan jika rebound sedikit hanya tes resistance di 6100.
“Dengan kondisi itu, maka level Support IHSG akan berada di rentang 6000-6050 dan level Resist IHSG diproyeksi di kisaran 6100-6120,” ujar dia, Kamis (1/10/2026).
Trading Idea hari ini: BBNI, JARR, TEBE, BFIN, ELTY, dan ICBP
- BBNI Spec Buy dengan area beli di 3370-3390, cutloss di bawah 3350. Target dekat di 3420-3460.
- JARR Spec Buy dengan area beli di 3480-3580, cutloss di bawah 3400. Target dekat di 3630-3710.
- TEBE Spec Buy dengan area beli di 2600-2690, cutloss di bawah 2550. Target dekat di 2750-2850.
- BFIN Spec Buy dengan area beli di 900-920, cutloss di bawah 900. Target dekat di 935-950.
- ELTY Spec Buy dengan area beli di 32, cutloss di bawah 31. Target dekat di 33-35.
- ICBP Spec Buy dengan area beli di 6625-6675, cutloss di bawah 6600. Target dekat di 6800-6975.
Global Overnight Review
Wall Street Ditutup Beragam, Nasdaq Naik 0,24% Usai Data Inflasi PCE. Bursa saham AS ditutup beragam pada perdagangan Rabu (30/9), ditengah data inflasi menunjukkan kenaikan harga yang lebih moderat dari perkiraan.
Sentimen pasar menguat setelah Departemen Perdagangan AS melaporkan indeks Personal Consumption Expenditures (PCE) meningkat 3,4% YoY pada bulan Agustus, atau lebih rendah dibandingkan ekspektasi sebesar 3,7%.
Selain inflasi, investor juga mencermati revisi data ekonomi AS. Pertumbuhan PDB 2Q26 direvisi naik menjadi 2,2% YoY, didukung konsumsi rumah tangga dan investasi yang kuat, termasuk pembangunan infrastruktur AI.
Kenaikan harga minyak mentah akibat perang AS-Iran serta tingginya harga diesel sebelumnya menyebabkan kekhawatiran inflasi dan mendorong kenaikan yield US Treasury.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,86%; S&P 500 melemah 0,25%. Sedangkan, Nasdaq Composite naik 0,24%. Di sisi lain, saham Hewlett Packard Enterprise (HPE) naik 3,9% setelah menaikkan proyeksi pertumbuhan pendapatan jangka panjang untuk bisnis jaringan serta mengumumkan kesepakatan senilai US$1,2 miliar dengan Vultr.
Sementara, saham Moderna (MRNA) turun 5,3% setelah Citigroup menurunkan rekomendasi saham perusahaan bioteknologi tersebut menjadi “sell” dari sebelumnya “neutral”.
Dipimpin Indeks Jepang, Bursa Asia Berbalik Hijau. Bursa saham Asia-Pasifik menguat pada perdagangan Rabu (30/9), dengan mayoritas indeks mencatat kenaikan. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 1,9%; dan Topix menguat 1,7%.
Sementara di Korea Selatan, indeks Kospi turun 0,5%; sementara Kosdaq naik 0,7%. Selain itu, indeks Australia S&P/ASX 200 menguat 0,9%; Hang Seng Hong Kong naik 0,4%; dan Taiex Taiwan bertambah 0,6%.
Di Jepang, produksi industri Jepang turun secara tak terduga pada Agust-26, menambah indikasi tekanan terhadap sektor manufaktur Negeri Sakura.
Data pemerintah Jepang menunjukkan, produksi industri turun 1,7% pada bulan Agustus dibandingkan bulan sebelumnya.
Di China, Purchasing Managers’ Index (PMI) yang disusun S&P Global, PMI manufaktur China naik menjadi 52,1 pada September dari 51,5 pada Agustus.
Sedangkan di Filipina, produsen Filipina meningkat menjadi 101,45 poin pada bulan Agustus dari 101,13 poin pada bulan Jul-26. Harga tersebut rata-rata 100,63 poin dari 1998 hingga 2026. (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg).
