TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pompa Alirkan Air untuk 15 Hektare Sawah di Pinrang

Albarsyah
1 October 2026 | 19:53
rubrik: Business Info
Pompa Alirkan Air untuk 15 Hektare Sawah di Pinrang

Jakarta, TopBusiness – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang terus melakukan langkah cepat dalam penanganan dampak kekeringan pada lahan pertanian di wilayah Daerah Irigasi (DI) Saddang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

Upaya tersebut dilakukan melalui pemompaan air irigasi untuk membantu memenuhi kebutuhan air tanaman dan menjaga keberlangsungan pertanaman pada areal sawah yang terdampak kekeringan.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan kekeringan bukan hanya persoalan berkurangnya air, tetapi menyangkut kebutuhan dasar masyarakat sehari-hari.

“Kami tidak ingin masyarakat harus menunggu sampai kondisi semakin sulit untuk mendapatkan air. Penanganan di lapangan harus cepat, tepat sasaran, dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah,” kata Menteri Dody dalam rilis PU.

Kegiatan pemompaan dilaksanakan Kamis (1/10) di dua lokasi, yaitu Desa Makkawaru, Kecamatan Mattiro Bulu, dengan luas areal sawah sekitar 8 hektare, serta Desa Mallongi-Longi, Kecamatan Lanrisang, dengan luas areal sekitar 7 hektare. Secara keseluruhan, Pemompaan dilakukan untuk menjaga ketersediaan air pada area 15 ha sawah.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh BBWS Pompengan Jeneberang bersama Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) wilayah UPT Alita Carawali. Dalam pelaksanaannya digunakan dua unit pompa Alcon berdiameter 3 inci, dengan kapasitas pemompaan mencapai 15 liter per detik.

Pemompaan dilakukan untuk mengalirkan air menuju jaringan dan areal persawahan yang membutuhkan pasokan air.

Kementerian PU terus mendorong pengelolaan sumber daya air yang responsif terhadap kondisi lapangan, termasuk melalui optimalisasi sarana dan prasarana pengairan serta dukungan pemompaan pada daerah yang mengalami keterbatasan pasokan air.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga layanan irigasi dan mendukung keberlanjutan produksi pertanian, khususnya pada wilayah yang mengalami tekanan akibat kondisi hidrologis dan keterbatasan ketersediaan air.

BACA JUGA:   Hilirisasi Gas Masela Dongkrak Ekonomi Nasional

Melalui kolaborasi antara pemerintah, pengelola jaringan irigasi, dan P3A, penanganan kekeringan di wilayah DI Saddang diharapkan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran sehingga air yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk mempertahankan produktivitas lahan pertanian.

Tags: Kementerian PU
Previous Post

Arrmanatha Nasir, Diplomat Karier yang Kini Menakhodai Kemenlu

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR