TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

LAI Bangun Water Academy, Perkuat Kualitas Human Capital Hadapi Persaingan Global

Albarsyah
5 October 2026 | 13:55
rubrik: Event
LAI Bangun Water Academy, Perkuat Kualitas Human Capital Hadapi Persaingan Global

foto: www.lautanairindonesia.com

Jakarta, TopBusiness — PT Lautan Air Indonesia (LAI) terus memperkuat kualitas Human Capital (HC) sebagai bagian dari strategi perusahaan dalam mendukung pertumbuhan bisnis di sektor manufaktur dan water treatment solution. Langkah tersebut diwujudkan melalui pembangunan Human Capital Management System (HCMS) yang terintegrasi serta pengembangan Water Academy sebagai pusat pembelajaran dan peningkatan kompetensi insan LAI.

Sebagai perusahaan yang terafiliasi dengan PT Lautan Luas, LAI memandang penguatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting untuk memastikan perusahaan mampu menjawab perkembangan industri dan persaingan pasar global yang semakin ketat.

Direktur Utama PT Lautan Air Indonesia, Budi Hermanto, menegaskan bahwa transformasi bisnis harus berjalan beriringan dengan pengembangan kualitas manusia yang menjalankan bisnis tersebut.

Menurutnya, perusahaan tidak hanya membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kemampuan teknis, tetapi juga insan yang mampu beradaptasi, berinovasi, bekerja secara kolaboratif, serta memiliki karakter dan nilai yang sejalan dengan arah strategis perusahaan.

“Pengembangan Human Capital merupakan bagian penting dari perjalanan pertumbuhan bisnis LAI. Karena itu, setiap insan LAI harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk meningkatkan kompetensi dan kapasitasnya,” tegas Budi saat menyampaikan program perusahaan di hadapan dewan juri TOP Human Capital Awards 2026, Senin (5/10/2026).

Salah satu program unggulan LAI dalam pengembangan HC adalah Water Academy. Program ini dirancang sebagai wadah pembelajaran yang secara khusus meningkatkan kapasitas teknis dan kompetensi karyawan di bidang pengelolaan air serta solusi water treatment.

Keberadaan Water Academy diharapkan mampu menciptakan tenaga profesional yang memiliki pemahaman kuat terhadap perkembangan teknologi, kebutuhan pelanggan, serta dinamika industri pengelolaan air.

Selain meningkatkan kompetensi teknis, Water Academy menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun budaya belajar secara berkelanjutan. Dengan demikian, peningkatan kompetensi tidak berhenti pada pelatihan, tetapi menjadi bagian dari perjalanan karier setiap insan LAI.

BACA JUGA:   Adopsi ISO 26000 SR, Ini Dua Program TJSL Unggulan yang Digarap Semen Baturaja

“Water Academy menjadi wadah untuk memoles dan mengembangkan insan-insan LAI agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis sekaligus mampu memberikan kontribusi yang semakin besar bagi perusahaan,” ujar Budi.

Enam Program Penguatan Human Capital

Dalam pengembangan HC, LAI menjalankan sejumlah inisiatif yang diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, kompetensi, serta kesiapan talenta menghadapi kebutuhan bisnis masa depan.

Program tersebut antara lain Water Academy, Workload Analysis, Talent Mobility dan pengembangan karier, digitalisasi HCMS, serta penguatan budaya kerja berbasis nilai.

Melalui Workload Analysis, perusahaan melakukan evaluasi terhadap beban kerja untuk memastikan efektivitas dan efisiensi pekerjaan sekaligus mengoptimalkan penempatan sumber daya manusia sesuai kebutuhan organisasi.

Sementara itu, melalui program Talent Mobility dan pengembangan karier, LAI memberikan ruang bagi karyawan untuk mengembangkan kemampuan melalui berbagai jalur, baik internal maupun eksternal. Inisiatif tersebut mencakup kesempatan magang, rekrutmen melalui kampus, hingga pengembangan kepemimpinan.

LAI juga terus mendorong digitalisasi Human Capital Management System (HCMS). Pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan HC mencakup berbagai proses, mulai dari absensi, cuti, penggajian hingga penilaian kinerja.

Digitalisasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan transparansi, efektivitas, serta kecepatan proses pengelolaan sumber daya manusia.

Menurut Budi, pembangunan HC tidak cukup hanya melalui sistem dan program pengembangan kompetensi. Perusahaan juga perlu membangun budaya kerja yang kuat agar setiap insan memiliki nilai dan perilaku yang selaras dengan tujuan organisasi.

LAI menerapkan sejumlah nilai utama sebagai fondasi budaya perusahaan, yakni Integrity, Continuous Improvement, Teamwork, Trust and Respect, Commitment, serta Value Creation.

Nilai Integrity menekankan pentingnya kejujuran, etika profesi, transparansi, serta tanggung jawab dalam setiap tindakan.

Sementara Continuous Improvement mendorong seluruh insan perusahaan untuk terus melakukan inovasi, meningkatkan efisiensi, serta menyempurnakan proses kerja secara berkelanjutan.

BACA JUGA:   Di Hari Lingkungan Hidup Sedunia, LAI Gresik Raih Penghargaan Gold Industri Ramah Lingkungan

Nilai Teamwork menjadi landasan untuk membangun kolaborasi dan sinergi antarkaryawan maupun antarunit bisnis. Adapun Trust and Respect diarahkan untuk menciptakan lingkungan kerja yang saling menghargai, membangun kepercayaan, dan menjaga hubungan profesional yang sehat.

Selanjutnya, nilai Commitment mencerminkan dedikasi insan LAI terhadap kualitas layanan dan pencapaian visi perusahaan, “Bettering Your World”.

Sedangkan Value Creation menekankan pentingnya menciptakan manfaat nyata dan berkelanjutan, bukan hanya bagi pertumbuhan perusahaan, tetapi juga bagi karyawan, masyarakat, serta lingkungan.

Di samping pengembangan kompetensi dan budaya kerja, aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) atau Health, Safety and Environment (HSE) juga menjadi bagian penting dalam budaya operasional LAI.

Penerapan HSE diarahkan untuk memastikan setiap karyawan dapat menjalankan pekerjaan secara aman, sehat, dan produktif. Hal tersebut menjadi semakin penting mengingat aktivitas perusahaan berkaitan dengan sektor manufaktur dan solusi pengelolaan air yang memiliki karakteristik operasional tersendiri.

Budi menegaskan, penguatan HC pada akhirnya bukan hanya bertujuan menciptakan karyawan yang kompeten, tetapi membangun organisasi yang adaptif, produktif, berintegritas, dan mampu memberikan nilai tambah bagi pelanggan.

Dengan pengembangan Water Academy, digitalisasi HCMS, pengelolaan talenta, analisis beban kerja, serta penguatan budaya perusahaan, LAI optimistis kualitas HC akan menjadi salah satu fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan dan pertumbuhan bisnis perusahaan di tengah dinamika industri dan persaingan global.

Tags: PT Lautan Air Indonesia
Previous Post

Menteri Perdagangan G20 Tolak Penggunaan Pangan sebagai Instrumen Tekanan Geopolitik

Next Post

Ekspansif, Cinema XXI Buka Bioskop Pertamanya di Kabupaten Maros

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR