TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Buka Ruang Berkarya, Pertamina Bina 428 UMKM Batik di Hari Batik Nasional

Albarsyah
5 October 2026 | 16:51
rubrik: CSR
4 Tangki Baru Hadir di Kilang Balongan

Kilang Balongan---Istimewa Pertamina

Jakarta, TopBusiness – PT Pertamina (Persero) terus mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) batik di berbagai daerah di Indonesia. Bertepatan dengan Hari Batik Nasional yang diperingati setiap 2 Oktober, Pertamina mencatat sebanyak 428 UMKM batik telah menjadi bagian dari binaan perusahaan.

Pembinaan tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kapasitas bisnis dan memperluas akses pasar, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk berkarya dan mengembangkan potensi, termasuk bagi penyandang disabilitas.

Bagi sejumlah UMKM binaan Pertamina, batik bahkan telah berkembang menjadi wadah penciptaan lapangan kerja yang lebih inklusif.

Salah satunya terlihat di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, melalui Roona Batik yang dikelola Muhammad Syauki. Usaha tersebut kini berkembang menjadi bisnis fesyen dengan kapasitas produksi sekitar 5.000 lembar per bulan dan omzet mencapai Rp100 juta per bulan.

Dari 18 pekerja yang terlibat dalam kegiatan usaha tersebut, sebagian merupakan penyandang disabilitas yang turut mengambil peran dalam proses produksi.

Kisah serupa datang dari Batik Jinggar di Yogyakarta yang dikelola Vitalia Noor Darmaningsih. UMKM tersebut tidak hanya mengembangkan batik sebagai produk fesyen, tetapi juga melakukan inovasi melalui pengembangan motif dan desain.

Batik Jinggar mencatat omzet sekitar Rp100 juta per bulan dengan melibatkan delapan tenaga kerja. Dari jumlah tersebut, dua di antaranya merupakan penyandang disabilitas.

Sementara itu, di Riau, Canting Batik Tulis Riau yang dikelola Novita Hermawan mengembangkan batik tulis dengan mengangkat kekayaan budaya lokal. Usaha tersebut mencatat omzet sekitar Rp150 juta per bulan dan melibatkan delapan pekerja, lima di antaranya merupakan penyandang disabilitas.

Upaya membuka ruang berkarya bagi penyandang disabilitas juga dilakukan melalui program Sriekandi Patra di Boyolali, Jawa Tengah. Program tersebut mengembangkan keterampilan membatik sekaligus mendorong kemandirian ekonomi dan sosial para pesertanya.

BACA JUGA:   Fungsi Research Technology & Innovation, Garda Terdepan Inovasi Pertamina

Kelompok Sriekandi Patra kini telah memiliki workshop, peralatan, serta modal usaha sendiri. Produk yang dihasilkan tidak hanya berupa batik dan oleh-oleh khas Boyolali, tetapi juga dikembangkan menjadi paket edukasi membatik dan berkolaborasi dengan desainer.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan, pemberdayaan UMKM tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kapasitas bisnis, tetapi juga menjadikan kegiatan usaha sebagai ruang bagi masyarakat untuk tumbuh dan mencapai kemandirian.

“Bagi Pertamina, batik merupakan contoh bagaimana pelestarian budaya dapat berjalan bersama dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kami ingin memastikan semakin banyak masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, memiliki kesempatan untuk berkarya, memperoleh penghasilan, dan mengembangkan usahanya,” ujar Baron dalam siaran persnya, Sabtu (3/10/2026).

Menurut Baron, keterlibatan penyandang disabilitas dalam ekosistem UMKM menunjukkan bahwa semangat inklusivitas dapat tumbuh dari aktivitas ekonomi yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Ketika keterampilan bertemu dengan kesempatan dan akses pasar, batik tidak hanya menjadi produk budaya, tetapi juga menjadi jalan menuju kemandirian. Inilah semangat yang terus kami dorong melalui pembinaan UMKM Pertamina,” katanya.

Upaya tersebut sejalan dengan komitmen Pertamina sebagai BUMN energi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, penciptaan lapangan kerja berkualitas, pengembangan kewirausahaan, serta penguatan industri kreatif.

Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Pertamina terus mendorong UMKM batik agar tidak hanya mampu mempertahankan warisan budaya Indonesia, tetapi juga naik kelas, memperluas pasar, dan menciptakan manfaat ekonomi yang semakin luas bagi masyarakat.

Dengan demikian, batik tidak sekadar menjadi simbol kekayaan budaya Indonesia, tetapi juga menjadi ruang untuk membuka peluang usaha, menciptakan lapangan pekerjaan, serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat secara lebih inklusif.

Tags: PT Pertamina (Persero)
Previous Post

IHSG Bangkit, Investor Mulai Kembali Berburu Saham

Next Post

Ubah Batu Bara Jadi Bensin dan LPG, Pemerintah Siapkan Skema Insentif Baru

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR