Jakarta, TopBusiness — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 0,75% ke level 6.146 pada perdagangan terakhir. Koreksi tersebut disertai dengan munculnya tekanan jual. Meski demikian, secara teknikal IHSG masih memiliki peluang untuk bergerak menguat dan menguji sejumlah level resistance dalam jangka pendek.
Berdasarkan analisis MNCS, posisi IHSG saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave c dari wave (y) pada label hitam. Dalam skenario penguatan, IHSG diperkirakan akan menguji area gap pada level 6.227-6.231. Sementara itu, area koreksi terdekat berada di level 6.118-6.141.
Namun demikian, pada label merah, IHSG berpotensi menguji area 6.342-6.430 yang sekaligus merupakan cluster MA20 dan MA60.
Adapun level support IHSG berada di 6.091 dan 5.973, sedangkan resistance berada di 6.297 dan 6.376.
Di tengah kondisi pasar tersebut, MNCS merekomendasikan sejumlah saham untuk strategi trading, yakni BIPI, DEWA, HRTA, dan TLKM.
BIPI – Trading Buy
Saham BIPI terkoreksi ke Rp132 disertai dengan munculnya tekanan jual. MNCS memperkirakan posisi BIPI saat ini sedang berada pada awal dari wave C dari wave (B).
Investor dapat mempertimbangkan strategi Trading Buy pada kisaran Rp128-Rp131, dengan target harga di Rp140 dan Rp147. Adapun batas risiko atau stoploss ditetapkan di bawah Rp124.
DEWA – Buy on Weakness
Saham DEWA terkoreksi 1,65% ke Rp358 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. Pergerakan saham juga belum mampu menembus MA20. MNCS memperkirakan posisi DEWA saat ini sedang berada pada bagian dari wave [iv] dari wave C.
Strategi Buy on Weakness dapat dilakukan pada area Rp348-Rp358, dengan target harga di Rp380 dan Rp396. Stoploss ditetapkan di bawah Rp344.
HRTA – Trading Buy
Saham HRTA terkoreksi 1,83% ke Rp2.150 dan didominasi oleh tekanan jual. Pergerakannya juga masih berada di bawah MA20. MNCS memperkirakan posisi HRTA saat ini sedang berada di awal wave (c) dari wave [b].
Strategi Trading Buy direkomendasikan pada kisaran Rp2.110-Rp2.130, dengan target harga Rp2.250 dan Rp2.300. Stoploss berada di bawah Rp2.080.
TLKM – Buy on Weakness
Berbeda dengan sejumlah saham lainnya, TLKM justru menguat 1,32% ke Rp2.310 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. MNCS memperkirakan posisi TLKM saat ini sedang berada pada bagian dari wave (iv) dari wave [c].
Investor dapat mempertimbangkan strategi Buy on Weakness pada area Rp2.250-Rp2.310. Target harga berada di Rp2.400 dan Rp2.460, sedangkan stoploss ditetapkan di bawah Rp2.200.
Dengan kondisi IHSG yang masih menghadapi tekanan jual namun memiliki peluang penguatan menuju area resistance, investor disarankan mencermati level-level teknikal tersebut dan menerapkan manajemen risiko dalam setiap strategi perdagangan.
