TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Penjualan Mobil Nasional Tumbuh 21%, Toyota Memimpin

Nurdian Akhmad
9 October 2026 | 10:50
rubrik: Business Info
Naik di Tiga Ruas, Ini Daftar Tarif Tol Baru Milik Jasa Marga

Antrean kendaraan di gerbang tol Cipali, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Minggu (10/6). Data dari PT Lintas Marga Sedaya (LMS) pada H-5 Lebaran, jumlah kendaraan yang keluar dari gerbang tol Palimanan mencapai 44.408 mobil. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/ama/18.

Jakarta, TopBusiness – Pasar otomotif nasional menunjukkan tren pertumbuhan positif sepanjang Januari-September 2026. Di tengah persaingan merek yang semakin ketat, Toyota masih mempertahankan dominasinya sebagai pemimpin pasar, sementara produsen kendaraan listrik asal China, BYD, semakin memperkuat posisinya hingga menembus lima besar merek dengan distribusi mobil terbesar di Indonesia.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jumat (9/1//2026), distribusi mobil dari pabrikan ke diler atau wholesales mencapai 679.020 unit selama sembilan bulan pertama 2026. Angka tersebut meningkat 21% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang tercatat sebanyak 561.405 unit.

Pertumbuhan juga terlihat pada penjualan ritel atau distribusi kendaraan dari diler kepada konsumen. Sepanjang Januari-September 2026, penjualan ritel mencapai 676.223 unit, naik 15,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 585.926 unit.

Data tersebut menunjukkan bahwa pasar otomotif nasional masih memiliki ruang pertumbuhan, seiring meningkatnya distribusi kendaraan dan penyerapan produk oleh konsumen.

Toyota mempertahankan posisi teratas dengan distribusi sebanyak 197.809 unit sepanjang Januari-September 2026. Capaian tersebut setara dengan pangsa pasar 29,1% dari total wholesales nasional.

Daihatsu menempati posisi kedua dengan distribusi 112.442 unit dan pangsa pasar 16,6%. Sementara itu, Suzuki berada di peringkat ketiga setelah membukukan penjualan dari pabrikan ke diler sebanyak 53.224 unit, dengan pangsa pasar 7,8%.

Mitsubishi Motors menyusul di posisi keempat dengan distribusi 48.414 unit atau menguasai 7,1% pasar.

Persaingan di kelompok lima besar turut diwarnai oleh BYD. Produsen kendaraan listrik tersebut mencatatkan distribusi sebanyak 43.727 unit dengan pangsa pasar 6,4%, sekaligus menjadi merek asal China dengan posisi tertinggi dalam daftar tersebut.

Keberhasilan BYD menembus lima besar menunjukkan semakin kuatnya persaingan di industri otomotif nasional, termasuk dengan kehadiran produsen kendaraan listrik yang memperluas pilihan konsumen.

BACA JUGA:   Nasabah Setia Ungkap Dukungan Bank Jasa Jakarta Dalam Pertumbuhan Bisnisnya

Penguatan posisi BYD juga didukung oleh pengembangan basis manufaktur di Indonesia. Pabrik perusahaan di Subang, Jawa Barat, telah beroperasi dengan kapasitas produksi mencapai 150.000 unit per tahun. Keberadaan fasilitas tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan bisnis BYD di pasar domestik.

Jaecoo Masuk Persaingan Sepuluh Besar

Di luar lima besar, persaingan merek otomotif juga semakin beragam. Honda mencatatkan distribusi 29.903 unit sepanjang Januari-September 2026, menempatkannya di posisi ketujuh dalam daftar sepuluh besar.

Sementara itu, Jaecoo membukukan distribusi sebanyak 27.234 unit dengan pangsa pasar 4%. Capaian tersebut membawa merek ini ke posisi kedelapan, memperlihatkan kehadiran pemain baru yang semakin meramaikan persaingan industri otomotif nasional.

Pada segmen kendaraan komersial, Mitsubishi Fuso mencatatkan distribusi sebanyak 32.111 unit atau pangsa pasar 4,7%. Angka tersebut menempatkannya di posisi keenam secara keseluruhan.

Isuzu berada di peringkat kesembilan dengan distribusi 22.975 unit, sedangkan Hino menutup daftar sepuluh besar dengan capaian 20.233 unit. Masing-masing merek menguasai pangsa pasar sebesar 3,4% dan 3%.

Komposisi sepuluh besar tersebut memperlihatkan bahwa pasar otomotif Indonesia tidak hanya ditopang oleh kendaraan penumpang, tetapi juga oleh kebutuhan kendaraan komersial untuk mendukung kegiatan usaha dan distribusi barang.

Dengan pertumbuhan wholesales sebesar 21% dan penjualan ritel yang meningkat 15,4% hingga September 2026, persaingan industri otomotif nasional diperkirakan tetap menarik untuk dicermati. Dominasi merek Jepang masih terlihat, tetapi ekspansi BYD dan masuknya Jaecoo ke jajaran sepuluh besar menjadi sinyal semakin beragamnya peta persaingan merek kendaraan di Indonesia.

Daftar 10 Merek dengan Distribusi Mobil Terbesar di Indonesia Januari-September 2026:

  1. Toyota: 197.809 unit (29,1%)
  2. Daihatsu: 112.442 unit (16,6%)
  3. Suzuki: 53.224 unit (7,8%)
  4. Mitsubishi Motors: 48.414 unit (7,1%)
  5. BYD: 43.727 unit (6,4%)
  6. Mitsubishi Fuso: 32.111 unit (4,7%)
  7. Honda: 29.903 unit (4,4%)
  8. Jaecoo: 27.234 unit (4,0%)
  9. Isuzu: 22.975 unit (3,4%)
  10. Hino: 20.233 unit (3,0%)
Tags: gaikindopenjualan mobil
Previous Post

Pefindo Turunkan Peringkat Kredit PTPP

Next Post

Skor GCG Naik, PAM Jaya Optimitis Capai Target Layanan Air 100% pada 2029

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR