TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

September: Indeks Penjualan Riil Naik 1,4%

Achmad Adhito
9 October 2026 | 14:15
rubrik: Business Info
FOTO2 BURSA EFEK

Pusat Belanja di Jakarta (Foto: Dhi/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness—Penjualan eceran pada September 2026 diprakirakan meningkat secara tahunan. Indeks Penjualan Riil (IPR) September 2026 diprakirakan tumbuh sebesar 1,4% (YoY/year on year), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 1,3% (YoY). “Sehingga mencapai level 221,3,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Ramdan Denny Prakoso, hari ini.

Dalam keterangan resmi, Ramdan menjelaskan: peningkatan penjualan tersebut didorong oleh kenaikan penjualan pada Kelompok Barang Lainnya, Kelompok Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya, serta Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi.

Secara bulanan, penjualan eceran pada September 2026 diprakirakan terkontraksi sebesar 2,3% (MtM/month to month) terutama dipengaruhi oleh penurunan pada Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau.

Pada Agustus   2026, IPR tumbuh sebesar 1,3% (YoY), meningkat dibandingkan dengan realisasi pada Juli 2026 yang tumbuh sebesar 1,1% (YoY). Kenaikan tersebut didorong oleh peningkatan penjualan secara tahunan pada Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, serta Kelompok Suku Cadang dan Aksesori.

Kemudian, secara bulanan, penjualan eceran pada Agustus 2026 tercatat tumbuh sebesar 0,8% (MtM), meningkat dari kontraksi sebesar 0,1% (MtM) pada Juli 2026, seiring dengan terjaganya permintaan pada periode Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.   

Dari sisi harga, tekanan inflasi pada November 2026 dan Februari 2027 diprakirakan meningkat. Hal ini tecermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) November 2026 dan Februari 2027 yang masing-masing tercatat sebesar 149,9 dan 177,9.

“Angka itu lebih tinggi dibandingkan dengan indeks pada periode sebelumnya yang masing-masing tercatat sebesar 146,5 dan 166,0,” ungkap Ramdan.

BACA JUGA:   Klaster Averon Ditawarkan di Kota Wisata
Tags: indeks penjualan riilsurvei bank indonesia
Previous Post

Sudah Aktifkan Lebih dari 3.100 Site Internet Rakyat (IRA), WIFI Optimistis Target 5.500 Site Tercapai

Next Post

Gelar RUPSLB, Garuda Angkat Thomas Oentoro Jadi Dirut

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR