TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Optimalisasi Daerah Irigasi Waninggap Kai, 1.000 Hektare Sawah di Merauke Terairi

Albarsyah
11 October 2026 | 19:55
rubrik: Business Info
Optimalisasi Daerah Irigasi Waninggap Kai, 1.000 Hektare Sawah di Merauke Terairi

Jakarta, TopBusiness – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat dukungan infrastruktur irigasi untuk menunjang produktivitas sawah rakyat di Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

Dukungan dilakukan dengan mengoptimalkan Daerah Irigasi (DI) Waninggap Kai untuk mengairi program Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang dikembangkan Kementerian Pertanian di Kampung Waninggap Kai, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke.

Saat ini cetak sawah di lahan rawa seluas 1.000 hektare telah ditanami padi dan dipersiapkan untuk panen pada awal November 2026. Dukungan infrastruktur air menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan, khususnya di wilayah yang memiliki potensi pengembangan sawah luas tetapi menghadapi tantangan ketersediaan air.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, dukungan Kementerian PU dalam pengembangan pertanian terutama diarahkan pada penyediaan infrastruktur sumber daya air agar kebutuhan air untuk lahan pertanian dapat terpenuhi.

“Kalau kita bicara sawah, porsi PU sebenarnya soal air. Kita siapkan irigasi primer, irigasi sekunder. Dari awal memang kita desain supaya airnya tersedia, kemudian pertanian yang mengembangkan lahannya,” kata Menteri Dody dalam rilis PU.

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua Merauke, Nonce Saman, menjelaskan bahwa dukungan irigasi di DI Waninggap Kai dilaksanakan untuk membantu memenuhi kebutuhan air pada lahan cetak sawah rakyat yang telah ditanami sekitar 1.000 hektare. Kementerian PU membangun saluran irigasi sekunder yang menghubungkan tampungan air atau long storage dengan area persawahan, sehingga air hujan yang tertampung dapat dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan tanaman.

“Pekerjaan saluran sekunder ini mulai dilaksanakan pada akhir Agustus 2026, setelah kami menerima informasi bahwa potensi air di lokasi semakin berkurang, sementara tanaman sudah ditanam sejak awal Juli. Kami kemudian melakukan pengukuran lapangan bersama tim teknis dan segera menindaklanjutinya dengan pekerjaan konstruksi,” jelas Nonce.

BACA JUGA:   World Capital Tower Jadi Venue Pameran Kaligrafi, Padukan Seni dan Aksi Amal

Pembangunan saluran sekunder direncanakan memiliki panjang sekitar 5 kilometer. Hingga saat ini, progres pekerjaan telah mencapai sekitar 40 persen, dengan prioritas pada bagian jaringan yang melayani sekitar 1.000 hektare sawah yang sudah ditanami. Sementara itu, pengembangan jaringan selanjutnya diarahkan untuk mendukung rencana perluasan cetak sawah rakyat hingga sekitar 2.000 hektare di kawasan tersebut.

Nonce menambahkan, keberadaan long storage yang telah dibangun sebelumnya menjadi salah satu penopang ketersediaan air bagi persawahan. Optimalisasi tampungan dan pembangunan saluran sekunder juga ditujukan untuk mengantisipasi dampak El Niño, terutama berkurangnya ketersediaan air selama periode kering. Dengan dukungan tersebut, kebutuhan air bagi tanaman yang telah ditanam diharapkan dapat terjaga hingga masa panen.

Ke depan, BWS Papua Merauke juga melihat potensi pengembangan sumber air dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Maro dan DAS Kumbe untuk mendukung pengembangan irigasi di Merauke. Berdasarkan perencanaan BWS Papua Merauke, potensi lahan yang dapat dikembangkan mencapai sekitar 750.000 hektare. Pengembangan sumber air tersebut diharapkan dapat meningkatkan keandalan layanan irigasi, mendorong peningkatan indeks pertanaman, serta mendukung perluasan areal persawahan secara bertahap.

Melalui dukungan infrastruktur sumber daya air, Kementerian PU terus memperkuat sinergi dengan Kementerian Pertanian dan pemerintah daerah agar program cetak sawah rakyat di Merauke didukung ketersediaan air yang memadai. Dengan demikian, lahan yang telah dikembangkan tidak hanya siap ditanami, tetapi juga memiliki dukungan irigasi untuk menjaga produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Tags: Kementerian PU
Previous Post

Pompa dan Excavator Dikerahkan untuk Tangani Banjir di Kota Padang

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR