TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ini Alasan Boy Thohir Masih Kekep Saham GOTO

Nurdian Akhmad
13 October 2026 | 16:36
rubrik: Capital Market
Ini Alasan Boy Thohir Masih Kekep Saham GOTO

Jakarta, TopBusiness – Harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (IDX: GOTO) berada di level Rp 27 per saham pada perdagangan Selasa (13/10/2026).

Di tengah tekanan harga tersebut, pengusaha sekaligus bos Adaro Group, Garibaldi Thohir atau Boy Thohir, mengungkapkan alasan dirinya belum melepas investasi di perusahaan teknologi itu. Alasannya blak-blakan: kerugian yang harus ditanggung jika melakukan cut loss sudah terlalu besar.

“Enggak juga. As simple as mau cut loss, cut loss-nya terlalu banyak,” ujar Boy dalam wawancara di Youtube Leon Hartono yang dikutip Selasa (13/10/2026).

Boy mengatakan, dirinya memilih untuk sementara membiarkan investasi tersebut sambil melihat perkembangan ke depan. Ia mengakui, pengalaman berinvestasi di GOTO menjadi pelajaran berharga, terutama dalam memahami valuasi perusahaan dan fundamental bisnis.

“Udahlah diamin aja, nanti kita lihat mau kapan,” katanya.

Meski menghadapi kerugian investasi, Boy mengaku masih mengagumi GOTO, khususnya Gojek. Menurut dia, perusahaan tersebut berhasil memanfaatkan teknologi untuk menciptakan peluang ekonomi dan lapangan kerja dalam skala besar.

Boy menceritakan, salah satu alasan dirinya tertarik masuk ke GOTO adalah melihat potensi perusahaan teknologi tersebut ketika bersiap melantai di bursa. Ia menilai para pendiri dan tim di balik bisnis itu memiliki kemampuan untuk membangun perusahaan dengan jangkauan luas.

Ia juga membandingkan penciptaan lapangan kerja melalui teknologi dengan perusahaan konvensional yang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk berkembang. Menurutnya, kemampuan Gojek menciptakan peluang ekonomi melalui layanan transportasi daring merupakan pencapaian yang patut diapresiasi.

“Per hari ini saya masih kagum kepada GOTO, kepada Gojek terutama. Bagaimana anak-anak muda ini bisa menciptakan sesuatu yang luar biasa,” ujarnya.

Soroti Fundamental Bisnis

BACA JUGA:   Bantuan Mesin Pertanian Naik 2.000%

Di balik kekagumannya terhadap inovasi GOTO, Boy menyoroti model bisnis perusahaan rintisan (startup) yang pada masa lalu banyak mengandalkan strategi membakar uang (burning money) demi mengejar pangsa pasar.

Menurut dia, kemudahan memperoleh pendanaan pada era pertumbuhan startup berpotensi membuat perusahaan kurang memperhatikan kemampuan menghasilkan keuntungan dan menjaga arus kas.

Boy menilai, pertumbuhan bisnis tidak dapat terus bergantung pada pendanaan baru. Perusahaan tetap harus memiliki model usaha yang mampu menghasilkan pendapatan memadai untuk menutup biaya operasional.

Ia menekankan prinsip dasar perdagangan, yakni membeli dengan harga yang tepat, menjual dengan margin yang memadai, serta menjaga keseimbangan arus kas masuk dan keluar.

“Kalau cash in-nya lima, cash out-nya 10, bangkrut,” kata Boy.

Menurutnya, prinsip tersebut berlaku bagi semua jenis bisnis, termasuk perusahaan teknologi. Besarnya potensi pasar dan tingginya valuasi tidak otomatis menjamin keberlanjutan perusahaan apabila tidak didukung pengelolaan keuangan yang sehat.

Boy juga menilai perjalanan industri startup bukan hanya menjadi pelajaran bagi GOTO, tetapi juga bagi investor dan penyedia pendanaan. Ekspektasi pertumbuhan perlu diimbangi dengan kemampuan manajemen membangun bisnis yang berkelanjutan.

Tak Hanya Melihat Harga Saham

Dalam wawancara tersebut, Boy juga menjelaskan pendekatannya terhadap investasi saham. Ia mengaku tidak rutin memantau pergerakan harga saham perusahaan yang telah dimilikinya. Fokusnya lebih diarahkan pada kinerja perusahaan, tata kelola, dan pelaksanaan operasional.

“Begitu itu sudah saya miliki, saya cuma lihatin performance-nya saja. Performance-nya, governance-nya, terus operational excellence-nya,” ujarnya.

Menurut Boy, kualitas orang-orang yang menjalankan perusahaan juga menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan bisnis. Kepercayaan, kemampuan mengeksekusi strategi, dan pencapaian kinerja menjadi hal yang perlu diperhatikan investor.

BACA JUGA:   Saham Unggulan Hari Ini: ASII, GOTO, dan Lainnya

Ia juga berpandangan bahwa pasar modal seharusnya mendorong perusahaan untuk lebih transparan dan memiliki tata kelola yang baik. Perusahaan terbuka, menurutnya, memiliki tanggung jawab kepada seluruh pemegang saham, termasuk investor minoritas.

Tags: Bos AdaroBoy Thohirsaham goto
Previous Post

Aksi Cepat TJSL Hutama Karya Group Hadirkan Alat Berat dan Logistik bagi Warga Terdampak Banjir di Padang

Next Post

IESR: Kejar NZE 2045, Bali Perlu Tambahan 5 GW Energi Terbarukan hingga 2034

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR