TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pasar Masih Fluktuatif, Enam Saham Ini Layak Beli: BUMI, INET, ASII, TOWR, BRMS, dan BBCA

Busthomi
14 October 2026 | 08:32
rubrik: Capital Market
Kembali ke Tren Positif, Saham Ini Jadi Pilihan Trading: EMTK, EMAS, ESSA, MBMA, ADMR, dan WIFI

Ilustrasi trading saham. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG kemarin ditutup turun 0.17%, disertai dengan net buy asing ~5.9 Miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah ASII, TINS, BRMS, BBCA dan ENRG.

Untuk perdagangan hari ini, menurut Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, jika IHSG break di atas 5950, IHSG akan mencoba melanjutkan kenaikan ke 5980-6000.

“Akan tetapi, hati-hati sepanjang belum break di atas 6000, IHSG berpeluang kembali koreksi tes support di 5770. Dengan demikian, level Support IHSG diproyeksi di rentang 5870-5900 dan level Resist IHSG diperkirakan di kisaran 5980-6000,” ujar Fanny dalam risetnya, Rabu (14/10/2026).

Trading Idea hari ini: BUMI, INET, ASII, TOWR, BRMS, dan BBCA

  • BUMI Buy if Break 167, dengan target dekat di 171-178. Cutloss di bawah 165.
  • INET Spec Buy dengan area beli di 228-234, cutloss di bawah 226. Target dekat di 244-252.
  • ASII Spec Buy dengan area beli di 4750, cutloss di bawah 4720. Target dekat di 4800-4880.
  • TOWR Spec Buy dengan area beli di 452, cutloss di bawah 448. Target dekat di 460-466.
  • BRMS Spec Buy dengan area beli di 540-555, cutloss di bawah 540. Target dekat di 570-580.
  • BBCA Spec Buy dengan area beli di 5900-5950, cutloss di bawah 5900. Target dekat di 6050-6100.    

Global Overnight Review

Wall Street: Nasdaq Turun Disebabkan Penurunan Saham Produsen Chip dan Rilis Kinerja Bank. Indeks Utama Wall Street ditutup turun pada perdagangan Selasa (13/10).

Indeks Nasdaq melemah karena saham produsen chip kembali turun dan investor mencermati hasil kinerja kuartalan yang beragam dari Citigroup serta bank-bank besar AS lainnya.

BACA JUGA:   PPKM Masih Bayangi IHSG, Selekif Incar Saham

Indeks S&P 500 turun 0,02%; Nasdaq melemah 0,15%; dan Dow Jones Industrial Average berkurang 0,35%. Indeks chip PHLX turun 0,23% setelah CEO Broadcom, Hock Tan, pada hari Senin menyamakan sebagian aliran investasi ke sektor ini dengan “perjudian kasino.”

Selain itu, laporan mengenai kemajuan teknologi oleh perusahaan cip memori asal China, CXMT, memperkuat kekhawatiran akan meningkatnya persaingan.

Saham Micron Technology turun 3,6% dan Applied Materials merosot hampir 7%. Saham Broadcom naik 0,7%.

Saham Citigroup turun 5,6% dan saham Goldman Sachs melemah 0,2% meskipun laba kedua bank tersebut melampaui perkiraan.

Saham Wells Fargo turun 3,1% setelah pendapatan bunga bersihnya berada di bawah perkiraan, sementara JPMorgan Chase berakhir turun 0,9% menyusul capaian laba yang meleset dari ekspektasi, sebuah kejadian yang jarang terjadi.

Ekspektasi akan musim laporan keuangan yang kuat telah meredam kekhawatiran mengenai konflik AS dengan Iran, lonjakan imbal hasil obligasi, serta inflasi yang dipicu oleh tingginya harga minyak.

Bursa Asia Mixed, Terseret Penurunan Saham AI. Bursa Asia-Pasifik beragam dengan mayoritas naik pada perdagangan Selasa (13/10), karena saham-saham terkait AI kembali tertekan menjelang musim laporan keuangan.

Indeks Nikkei 225 Jepang merosot 1,8%; sedangkan Kosdaq naik 0,14%. Di Korea Selatan, indeks Kospi anjlok 5,5%; dan Kosdaq turun 1,4%.

Sementara, indeks ASX 200 Australia sedikit naik 0,1%; Hang Seng Hong Kong menguat 0,3%; Taiex Taiwan turun 2% dan CSI 300 China melemah 0,3%. STI Singapura naik 0,28%; dan FTSE Malaysia menguat 0,33%.

Di sisi lain, antusiasme terhadap AI mereda seiring investor yang mempertimbangkan prospek capex dibandingkan meningkatnya biaya pinjaman.

Peringatan seputar perdagangan AI semakin meningkat setelah CEO Broadcom Inc Hock Tan juga menyuarakan kekhawatiran.

BACA JUGA:   MedcoEnergi Gelontorkan Biaya Eksplorasi Jumbo

Menurutnya, ledakan AI telah menarik investor yang strateginya menyerupai strategi para penjudi, menyiratkan bahwa sebagian dari mereka kurang memahami apa yang dipertaruhkan. (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg)

Tags: jual beli sahamrekomendasi sahamsahamsaham hari inisaham pilihan
Previous Post

Website Karir dan Binar Bawa PDC Raih Dua Penghargaan Anugerah Humas Indonesia 2026

Next Post

Transformasi Pelayanan BUMN, CX100 Award 2026 Jadi Acuan Peningkatan Kualitas Layanan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR