TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Tingkatkan Kapasitas dan Kualitas Layanan KRL, BP BUMN dan Danantara Minta KAI Susun Masterplan

Albarsyah
15 October 2026 | 07:00
rubrik: BUMN
Tingkatkan Kapasitas dan Kualitas Layanan KRL, BP BUMN dan Danantara Minta KAI Susun Masterplan

Jakarta, TopBusiness — BP BUMN dan Danantara mendorong PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyusun masterplan transformasi perkeretaapian untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan, khususnya KRL Jabodetabek. Hal tersebut disampaikan Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, saat bertemu dengan Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin di Wisma Danantara, Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Penyusunan masterplan menjadi langkah strategis untuk mengantisipasi pertumbuhan jumlah penumpang sekaligus memastikan pengembangan infrastruktur dan layanan perkeretaapian berjalan terarah dalam jangka panjang. KAI diminta menyusun peta jalan yang mencakup kebutuhan sarana dan prasarana, peningkatan kapasitas jaringan, serta pengalaman pelanggan.

“Saya minta nanti dibikinin roadmap, master plan mengenai transformasi publik kereta api ini,” ujar Dony, mengutip dari akun Instagram resmi BP BUMN.

Berdasarkan proyeksi KAI, jumlah penumpang KRL Jabodetabek pada 2026 diperkirakan mencapai 375 juta orang, melampaui target awal sebesar 369 juta penumpang. Hingga September 2026, jumlah penumpang telah mencapai 271 juta orang. Dalam jangka panjang, volume penumpang diproyeksikan mendekati 600 juta orang per tahun pada 2036.

Untuk mengantisipasi pertumbuhan tersebut, KAI menyiapkan peningkatan kapasitas layanan melalui pemendekan jarak antarperjalanan dan penambahan kapasitas rangkaian kereta. Pada lintas Green Line menuju Serpong dan Rangkasbitung, jarak antarperjalanan ditargetkan menjadi kurang dari 10 menit dengan penggunaan rangkaian SF-12. Sementara itu, peningkatan kapasitas melalui penggunaan rangkaian SF-12 pada lintas Cikarang dan Bogor ditargetkan siap pada 2028–2029.

Masterplan juga akan mencakup pembenahan seluruh aspek pendukung operasional, mulai dari optimalisasi jumlah rangkaian kereta, peningkatan kapasitas stasiun dan peron, penguatan sistem komunikasi, hingga penanganan titik-titik dengan kepadatan lalu lintas kereta tertinggi.

“Jadi semua, semua pilarnya itu dirapihin, stasiunnya, bangun master plannya, termasuk jumlah keretanya, stasiunnya, alat komunikasinya, titik traffic yang tertingginya, berapa kapasitas stasiun di situ,” ujar Dony.

BACA JUGA:   Danantara Corporate University Siapkan Talenta Kelas Dunia

Melalui penyusunan masterplan yang komprehensif, BP BUMN dan Danantara mendorong KAI memastikan setiap pengembangan dilakukan secara terintegrasi untuk mengimbangi pertumbuhan jumlah penumpang. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas angkut sekaligus menghadirkan layanan transportasi publik yang lebih nyaman, efisien, dan andal bagi masyarakat.

Tags: BP BUMN
Previous Post

Pemulihan Layanan Air Minum Jadi Prioritas Pascabanjir di Sejumlah SPAM Kota Padang

Next Post

BP BUMN dan Danantara Siapkan Rp581 Miliar untuk Transformasi RSPP Jadi Rumah Sakit Terbaik di Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR