Jakarta, TopBusiness – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat penanganan dampak banjir bandang di Kota Padang, Sumatera Barat, yang terjadi pada Sabtu (10/10/2026) lalu akibat meluapnya Sungai Batang Air Dingin.
Penanganan tanggap darurat tersebut dengan memulihkan sejumlah fasilitas umum, membersihkan kawasan permukiman terdampak, serta memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Menteri PU, Dody Hanggodo menyampaikan penanganan pascabanjir bandang akan dilakukan secara menyeluruh, baik pada infrastruktur fisik maupun aliran sungai. Menteri Dody juga menegaskan bahwa penanganan pascabencana tidak hanya berfokus pada perbaikan infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat kembali mendapatkan layanan dasar.
“Saya minta penanganan banjir bandang di Kota Padang tidak dilakukan sepotong-sepotong. Kita segera normalisasi muara dan alur sungainya, selesaikan peninggian tanggulnya dan siapkan pekerjaan sabo dam di Hulu Sungai Batang Air Dingin dan Batang Kuranji,” kata Menteri Dody.
Melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis (PS), Kementerian PU telah melakukan survei terhadap 32 titik untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan fasilitas umum sekaligus menentukan prioritas penanganan darurat. Hasil pendataan menunjukkan empat masjid, enam mushalla, dan satu puskesmas pembantu (pustu) terdampak banjir bandang. Sementara itu, tidak ditemukan dampak pada lima puskesmas maupun rumah sakit yang disurvei.
Penanganan difokuskan pada pembersihan fasilitas ibadah dan layanan kesehatan agar dapat kembali dimanfaatkan masyarakat. Sejumlah fasilitas yang telah rampung dibersihkan meliputi Masjid Babbusalam, Masjid Taqwa Guo, Masjid Nurul Anhar, Mushalla Al-Hikmah, Mushalla Ar-Ridwan, dan Mushalla Jabal Nur, serta Pustu Gurun Laweh.
Pembersihan juga dilakukan di kawasan permukiman, seperti di Kampung Tanjung, Kampung Guo, hingga kawasan perumahan Lumin Park. Seluruh kegiatan tersebut dilaksanakan melalui skema padat karya dengan melibatkan karang taruna setempat.
“Jadi kami melaksanakan penanganan sarana dan prasarana peribadatan, kesehatan, dan juga pembersihan kawasan permukiman. Alhamdulillah dengan penanganan yang kita lakukan sama-sama ini, beberapa sarana dan prasarana sudah mulai digunakan meskipun secara bertahap,” kata Plt. Direktur Jenderal Prasarana Strategis, Kuswara di Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (15/10/2026).
Pasokan 170 Ribu Liter Air Bersih untuk Masyarakat
Selain pemulihan fasilitas umum dan permukiman, Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya juga memperkuat pelayanan air bersih bagi warga yang terdampak kerusakan intake SPAM Guo Kota Padang. Hingga 14 Oktober 2026, sebanyak lima unit mobil tangki air (MTA) telah dikerahkan untuk mendukung distribusi air bersih ke sejumlah titik layanan.
Distribusi air bersih menjangkau Perumnas Belimbing dengan cakupan 220 sambungan rumah (SR), Perum Karya REI sebanyak 35 SR, kawasan permukiman Kuranji dan sekitarnya sebanyak 350 SR, serta Perumahan Griya Sawah sebanyak 125 SR. Pelayanan juga dilakukan di Kantor Lantamal dan Panti Grahita Bukalam.
Volume air bersih yang disalurkan terus ditingkatkan sesuai kebutuhan masyarakat. Pada 11 Oktober 2026, distribusi tercatat sebesar 20.000 liter, kemudian meningkat menjadi 35.000 liter pada 12 Oktober, 50.000 liter pada 13 Oktober, dan 65.000 liter pada 14 Oktober 2026. Dengan demikian, total pasokan air bersih selama empat hari mencapai 170.000 liter.
Melalui berbagai penanganan darurat ini, Kementerian PU memastikan pemulihan sejumlah fasilitas layanan umum terus dipercepat sehingga aktivitas masyarakat pascabencana dapat segera kembali normal, serta layanan penting seperti tempat ibadah, fasilitas kesehatan, dan akses terhadap air bersih dapat kembali terpenuhi.
