Jakarta, TopBusiness – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mendorong generasi Z (Gen Z), khususnya pekerja muda, untuk memiliki rumah pertama melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Data sementara BP Tapera hingga 4 September 2026 menunjukkan, kelompok usia 19–25 tahun menjadi penerima manfaat terbesar program KPR bersubsidi tersebut.
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, mengajak masyarakat yang belum memiliki rumah, termasuk generasi muda yang memenuhi persyaratan, untuk memanfaatkan program FLPP.
Menurut Heru, kepemilikan rumah sejak usia produktif dapat menjadi bagian dari perencanaan masa depan generasi muda.
Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera, Sid Herdi Kusuma, mengatakan program FLPP dirancang untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk pekerja muda, memperoleh rumah pertama dengan pembiayaan yang lebih terjangkau.
“Program ini dapat menjawab tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini, khususnya para pekerja muda,” kata Sid dalam keterangannya, Senin (19/10/2026).
Dia menjelaskan, pekerja muda menghadapi sejumlah kendala dalam membeli rumah, mulai dari kenaikan harga properti, tingginya suku bunga kredit komersial, hingga kebutuhan uang muka yang relatif besar dibandingkan kemampuan menabung pada awal masa bekerja.
Melalui FLPP, pemerintah berupaya memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan melalui skema pembiayaan bersubsidi.
Dukungan penyaluran pembiayaan juga dilakukan oleh sektor perbankan. Direktur Consumer Banking Bank Syariah Nasional (BSN), Mochamad Yut Penta, mengatakan pihaknya mendukung pembiayaan perumahan bersubsidi melalui skema angsuran tetap setiap bulan.
“Kepastian angsuran merupakan salah satu keunggulan kami dalam pembiayaan perumahan bersubsidi,” ujar Penta.
Menurut dia, angsuran tetap membantu calon debitur merencanakan pengeluaran bulanan secara lebih terukur, mengingat pembiayaan rumah merupakan komitmen keuangan jangka panjang.
Selain memperhitungkan kemampuan membayar cicilan, calon pembeli perlu mempertimbangkan lokasi hunian, akses transportasi, serta kedekatan dengan tempat kerja dan fasilitas umum.
Calon penerima KPR subsidi juga harus memenuhi ketentuan program, termasuk persyaratan penghasilan dan kepemilikan rumah pertama, serta menjalani proses penilaian kelayakan oleh bank penyalur.
BP Tapera berharap program FLPP dapat memperluas kesempatan generasi muda untuk memiliki rumah pertama melalui pembiayaan yang lebih terjangkau.
