TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Daya Saing Industri Kakao Didorong Lintas Sektor

Achmad Adhito
20 October 2026 | 09:25
rubrik: Business Info
Private: Wintermar Offshore Bikin Perusahaan di Malaysia

Ilustrasi Perjanjian Bisnis (Freepik/MacroVector)

Jakarta, TopBusiness—Kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing industri kakao nasional, terus diperkuat Kementerian Perindustrian RI (Kemenperin).

Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui Program Cocoa Doctor yang bertujuan mencetak sumber daya manusia (SDM) kompeten sebagai agen perubahan dalam pengembangan ekosistem kakao Indonesia, mulai dari sektor hulu hingga hilir.
 
Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji, dalam keterangan tertulis (19/10/2026), menegaskan bahwa penguatan industri kakao nasional membutuhkan sinergi berbagai pihak untuk menjawab tantangan yang dihadapi sektor tersebut, khususnya terkait produktivitas, kualitas bahan baku, dan keberlanjutan pasokan bagi industri pengolahan.
 
“Penguatan industri kakao tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk menjawab berbagai tantangan, mulai dari peningkatan produktivitas dan kualitas bahan baku, penguatan kapasitas sumber daya manusia, penerapan prinsip keberlanjutan, hingga peningkatan daya saing industri pengolahan dan produk kakao nasional,” ujar dia.
 
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kemenperin menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Mendorong Produktivitas, Keberlanjutan, dan Daya Saing Industri Kakao Nasional melalui Kolaborasi Lintas Sektor” yang dirangkaikan dengan kegiatan kelulusan (Graduation Program) Cocoa Doctor di Makassar.
 
Program Cocoa Doctor merupakan hasil kolaborasi Kemenperin dengan FAST Project dari United Nations Development Programme (UNDP), yang mendapat dukungan dari United Kingdom Foreign, Commonwealth & Development Office (UK FCDO), serta Cocoa Academy PT Mars Symbioscience Indonesia.

Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas SDM sekaligus membangun rantai nilai kakao nasional yang lebih produktif, berkelanjutan, dan kompetitif.
 
Menperin berharap sinergi yang terbangun dapat menghasilkan langkah konkret untuk memperkuat ekosistem industri kakao nasional. “Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi dapat diterjemahkan menjadi program dan aksi bersama yang memberikan dampak nyata bagi petani, pelaku usaha, dan industri kakao nasional,” tegasnya.

BACA JUGA:   Usai Hybrid, BAIC Bersiap Masuk Segmen Mobil Listrik BEV
Tags: cocoa doctorindustri kakaomenperin muhammad sarmuji
Previous Post

Ada Kans Berbalik Rebound, Saham Ini Disarankan ‘Buy on Weakness’: MAPA, INKP, BRPT, dan DMAS

Next Post

Pada Selasa Pagi, IHSG Dibuka Melemah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR