Jakarta, TopBusiness—Kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing industri kakao nasional, terus diperkuat Kementerian Perindustrian RI (Kemenperin).
Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui Program Cocoa Doctor yang bertujuan mencetak sumber daya manusia (SDM) kompeten sebagai agen perubahan dalam pengembangan ekosistem kakao Indonesia, mulai dari sektor hulu hingga hilir.
Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji, dalam keterangan tertulis (19/10/2026), menegaskan bahwa penguatan industri kakao nasional membutuhkan sinergi berbagai pihak untuk menjawab tantangan yang dihadapi sektor tersebut, khususnya terkait produktivitas, kualitas bahan baku, dan keberlanjutan pasokan bagi industri pengolahan.
“Penguatan industri kakao tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk menjawab berbagai tantangan, mulai dari peningkatan produktivitas dan kualitas bahan baku, penguatan kapasitas sumber daya manusia, penerapan prinsip keberlanjutan, hingga peningkatan daya saing industri pengolahan dan produk kakao nasional,” ujar dia.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kemenperin menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Mendorong Produktivitas, Keberlanjutan, dan Daya Saing Industri Kakao Nasional melalui Kolaborasi Lintas Sektor” yang dirangkaikan dengan kegiatan kelulusan (Graduation Program) Cocoa Doctor di Makassar.
Program Cocoa Doctor merupakan hasil kolaborasi Kemenperin dengan FAST Project dari United Nations Development Programme (UNDP), yang mendapat dukungan dari United Kingdom Foreign, Commonwealth & Development Office (UK FCDO), serta Cocoa Academy PT Mars Symbioscience Indonesia.
Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas SDM sekaligus membangun rantai nilai kakao nasional yang lebih produktif, berkelanjutan, dan kompetitif.
Menperin berharap sinergi yang terbangun dapat menghasilkan langkah konkret untuk memperkuat ekosistem industri kakao nasional. “Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi dapat diterjemahkan menjadi program dan aksi bersama yang memberikan dampak nyata bagi petani, pelaku usaha, dan industri kakao nasional,” tegasnya.
