TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Melemah di Pembukaan Perdagangan Rabu Ini

Agus Haryanto
21 October 2026 | 09:22
rubrik: Capital Market
Bursa Efek Indonesia

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Rabu (21/10/2026) pagi bergerak melemah 34,79 poin atau 0,66 persen ke posisi 5.244,10, di tengah tekanan jual yang membayangi pergerakan saham di pasar domestik.

Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 3,47 poin atau 0,65 persen ke posisi 526,88.

Pada awal sesi perdagangan, aktivitas transaksi saham di BEI tercatat mencapai frekuensi 316.865 kali transaksi, dengan volume perdagangan sebanyak 5,54 miliar saham dan nilai transaksi mencapai Rp3,25 triliun.

Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 377 saham mengalami penurunan harga, 231 saham menguat, sedangkan 141 saham lainnya bergerak stagnan.

Pelemahan IHSG pada perdagangan pagi mencerminkan masih kuatnya tekanan jual di pasar saham domestik. Kondisi tersebut juga terlihat dari pergerakan indeks LQ45 yang mengalami koreksi, mengindikasikan bahwa sejumlah saham berkapitalisasi besar turut menghadapi tekanan.

Dari sisi sentimen, pelaku pasar masih mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik, termasuk arah kebijakan suku bunga, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), serta dinamika aliran modal asing di pasar keuangan Indonesia.

Ketidakpastian kondisi ekonomi global berpotensi mendorong investor bersikap lebih selektif dalam menempatkan dana pada aset berisiko, termasuk saham. Di sisi lain, perkembangan kebijakan moneter Bank Indonesia menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi arah pergerakan pasar dalam jangka pendek.

Secara teknikal, pelemahan IHSG ke level 5.244,10 menunjukkan bahwa indeks masih berada dalam tekanan. Apabila aksi jual terus berlanjut, IHSG berpotensi menguji area psikologis 5.200 sebagai penopang terdekat.

Sebaliknya, apabila terjadi peningkatan aksi beli, indeks berpeluang mengalami penguatan teknikal dengan menguji area 5.280 hingga 5.320 sebagai kisaran resistance terdekat.

BACA JUGA:   Indeks tak Ikuti Wall Street

Pergerakan IHSG sepanjang perdagangan Rabu diperkirakan masih berlangsung fluktuatif, seiring sikap investor yang menunggu kepastian arah kebijakan ekonomi dan perkembangan sentimen pasar global.

Pelaku pasar juga diperkirakan tetap mencermati aktivitas investor asing, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar di sektor perbankan, energi, dan komoditas yang memiliki pengaruh signifikan terhadap pergerakan indeks.

Meski tekanan jual masih membayangi perdagangan, peluang penguatan tetap terbuka apabila terjadi peningkatan permintaan saham pada harga yang dinilai menarik setelah mengalami koreksi.

Dengan kondisi tersebut, investor diperkirakan akan lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi, sembari mencermati perkembangan volume perdagangan, nilai transaksi, serta kemampuan IHSG bertahan di atas level psikologis 5.200.

Data AI

Tags: ihsgindeksJCI
Previous Post

Mendongkrak Kiprah ‘Naga Besi’

Next Post

OJK Optimistis Industri Keuangan Syariah Terus Tumbuh

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR