Jakarta, TopBusiness – Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) memperkuat perannya sebagai pengelola teknologi pemerintahan atau Government Technology (GovTech) Indonesia untuk mempercepat integrasi layanan digital kementerian dan lembaga. Upaya ini dilakukan guna membangun ekosistem pemerintahan digital yang lebih terpadu, andal, dan aman tanpa harus mengganti sistem yang telah berjalan.
Direktur Utama Peruri Teguh Arief Indratmoko mengatakan, penugasan sebagai GovTech berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2023 menempatkan Peruri sebagai akselerator transformasi digital nasional, khususnya dalam pengembangan sistem pemerintahan berbasis elektronik.
Dalam menjalankan mandat tersebut, Peruri tidak mengambil alih seluruh program digitalisasi kementerian dan lembaga. Sebaliknya, perusahaan berupaya mengintegrasikan berbagai inisiatif yang sudah tersedia agar dapat terhubung dalam ekosistem digital dengan standar keamanan yang memadai.
“Sebagai GovTech, Peruri hadir menjadi akselerator digital nasional guna mendukung transformasi sistem pemerintahan berbasis elektronik yang terintegrasi, andal, dan bersandar pada keamanan tinggi tanpa harus mengubah program digitalisasi yang sudah ada di kementerian masing-masing,” ujar Teguh dalam Peruri Digital Summit 2026 bertema Building Technology of The Future di Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Menurut Teguh, integrasi menjadi aspek penting dalam transformasi pemerintahan karena digitalisasi tidak cukup hanya dilakukan dengan membangun aplikasi atau sistem secara terpisah. Keterhubungan antarsistem dan perlindungan data diperlukan agar infrastruktur digital mampu menunjang operasional pemerintahan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Peruri mengembangkan peran tersebut dengan memanfaatkan pengalaman panjang perusahaan dalam menjaga keaslian uang dan dokumen sekuriti. Kompetensi itu kini diperluas ke ranah digital, termasuk untuk menjamin keaslian dokumen elektronik, sistem, serta identitas digital.
Transformasi ini menandai perluasan bisnis Peruri dari perusahaan yang dikenal sebagai pencetak uang dan dokumen sekuriti fisik menjadi perusahaan teknologi yang berfokus pada keamanan dan kepercayaan digital.
Keamanan Siber Jadi Prioritas
Seiring meningkatnya ketergantungan pada infrastruktur digital, Peruri menempatkan keamanan siber sebagai fondasi utama dalam pengembangan teknologi dan layanan. Teguh menilai, infrastruktur digital kini tidak lagi sekadar menjadi fasilitas pendukung, tetapi telah menjadi bagian penting dari keberlangsungan operasional dan pelayanan publik.
“Infrastruktur digital tidak lagi sebatas fasilitas penunjang, melainkan telah menjadi urat nadi utama untuk mewujudkan operasional excellent dan pelayanan publik yang prima. Di tengah lanskap ini, keamanan siber menjadi fondasi mutlak,” katanya.
Untuk memperkuat kesiapan perusahaan menghadapi perkembangan teknologi, Peruri menerapkan lima dimensi strategis, meliputi keamanan siber proaktif, keunggulan teknologi, tata kelola yang baik, keandalan layanan, serta kolaborasi strategis.
Kelima aspek tersebut menjadi landasan untuk memperkuat perlindungan sistem, menjaga akuntabilitas pengelolaan perusahaan, meningkatkan keandalan layanan, dan mendorong inovasi teknologi.
Pentingnya keamanan digital juga disoroti Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dukung Abdurachman. Ia menilai, transformasi digital telah menjadi bagian dari dinamika geopolitik sehingga perlu diimbangi dengan kemampuan negara melindungi data dan sistem informasi strategis.
“Keamanan nasional hari ini tidak lagi hanya diukur dari kekuatan militer di darat, laut, maupun udara. Ketahanan nasional kita saat ini sangat bergantung pada kedaulatan kita,” ujarnya.
Dukung mengingatkan bahwa ancaman siber terhadap sistem informasi nasional berpotensi memengaruhi stabilitas politik dan keamanan negara. Karena itu, Indonesia perlu memperkuat kemampuan teknologi dalam negeri agar tidak hanya menjadi pasar bagi teknologi asing, tetapi juga memiliki kendali atas keamanan data dan infrastruktur digitalnya.
Ia mengapresiasi transformasi Peruri menjadi perusahaan teknologi keamanan digital yang mendukung kepercayaan publik melalui solusi seperti sertifikat elektronik, tanda tangan digital, dan layanan penunjang pemerintahan digital.
“Peruri adalah benteng kepercayaan digital Indonesia melalui penyediaan solusi seperti sertifikat elektronik, tanda tangan digital, hingga penjaminan infrastruktur atau pemerintahan digital (GovTech),” kata Dukung.
Selain memperkuat peran sebagai GovTech, Peruri menyiapkan pengembangan teknologi yang dinilai strategis bagi kemandirian digital nasional. Tiga bidang yang menjadi perhatian perusahaan adalah semikonduktor mandiri, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), dan kriptografi post-quantum.
Pengembangan ketiga bidang tersebut sejalan dengan kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan teknologi dalam negeri sekaligus mengantisipasi tantangan keamanan digital pada masa mendatang. Inisiatif itu juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya kemandirian Indonesia dalam produksi cip dan pembangunan infrastruktur digital.
