TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Danantara Targetkan 16 Proyek Pengolahan Sampah Jadi Energi Masuk Tahap Tender hingga Akhir 2026

Albarsyah
26 October 2026 | 18:56
rubrik: BUMN
Danantara Bersama INA dan Chandra Asri Bangun Pabrik CA-EDC Rp 13 Triliun

Jakarta, TopBusiness – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia menargetkan sebanyak 15 hingga 16 proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik atau waste to energy (WtE) memasuki tahap tender hingga akhir 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mempercepat penanganan persoalan sampah perkotaan sekaligus mendukung pengembangan energi berkelanjutan di Indonesia.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir, mengungkapkan bahwa pengembangan proyek tersebut akan melibatkan sektor swasta sebagai mitra strategis dalam pembiayaan maupun pembangunan infrastruktur pengolahan sampah.

Menurutnya, keterlibatan investor swasta menjadi faktor penting untuk mempercepat realisasi proyek sekaligus menciptakan peluang investasi baru di dalam negeri.

“Yang ingin kami lakukan adalah menarik keterlibatan sektor swasta. Bagaimana kita bisa bekerja sama untuk mengembangkan bisnis Indonesia,” ujar Pandu dalam acara Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta, Senin (26/10/2026).

Pandu menjelaskan, Danantara tengah mempersiapkan proses tender sejumlah proyek pengolahan sampah menjadi energi di berbagai daerah. Untuk wilayah Jakarta dan Tangerang, pengumuman tender dijadwalkan berlangsung dalam dua pekan mendatang.

Selain menargetkan 15 hingga 16 proyek memasuki tahap tender hingga penghujung 2026, Danantara juga membidik delapan proyek tambahan untuk memasuki tahap kolaborasi pada kuartal pertama 2027.

Sementara itu, pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi di Bali dilaporkan telah mencapai progres sekitar 20 persen. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada akhir 2027 atau awal 2028.

Adapun pengembangan proyek serupa di Bogor juga terus berjalan sebagai bagian dari perluasan infrastruktur pengelolaan sampah berbasis teknologi.

Melalui program ini, Danantara berharap pengolahan sampah tidak lagi hanya mengandalkan metode pembuangan konvensional, tetapi dapat menghasilkan nilai tambah melalui pemanfaatan sampah sebagai sumber energi.

BACA JUGA:   Mitra Danantara Siap Danai Proyek Energi Hijau RI

Pandu menekankan bahwa pembangunan fasilitas waste to energy tidak semata-mata berorientasi pada produksi energi. Proyek tersebut juga diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar lokasi fasilitas.

Danantara ingin menghadirkan fasilitas pengolahan sampah yang terintegrasi dengan lingkungan sekitar serta memiliki nilai sosial bagi komunitas lokal.

“Ini harus menjadi daya tarik bagi masyarakat setempat. Kami memosisikan fasilitas ini sebagai tempat yang juga dapat menjadi ruang berkumpul bagi komunitas lokal,” jelasnya.

Konsep tersebut menunjukkan bahwa pengembangan infrastruktur pengolahan sampah juga diarahkan untuk memperhatikan aspek sosial dan penerimaan masyarakat.

Selain mempercepat proyek pengolahan sampah menjadi energi, Danantara terus memperluas portofolio investasi strategis pada sejumlah sektor, mulai dari energi, penerbangan, hingga kendaraan listrik.

Di sektor energi, Danantara melakukan investasi bersama mitra lokal pada perusahaan HighPeak Energy. Investasi tersebut diarahkan untuk mendukung peningkatan kapasitas produksi dari sekitar 50.000 barel menjadi 100.000 barel.

Sementara di sektor penerbangan, Danantara menjalin kerja sama dengan SMBC Aviation Capital untuk mengembangkan bisnis pembiayaan dan penyewaan pesawat.

Danantara juga mendorong pengembangan industri kendaraan listrik nasional melalui kerja sama dengan produsen bus listrik dalam negeri. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem kendaraan listrik sekaligus mendukung transformasi sektor transportasi menuju penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan.

Pandu menegaskan bahwa setiap keputusan investasi Danantara dilakukan dengan mempertimbangkan dua aspek utama, yakni potensi imbal hasil komersial dan dampak strategis bagi perekonomian nasional.

Untuk memastikan keberlanjutan investasi, Danantara menerapkan prinsip manajemen risiko, tata kelola berlapis, serta disiplin keuangan dalam pengelolaan portofolio investasinya.

Pendekatan tersebut juga ditujukan untuk meningkatkan kepercayaan investor dan membuka ruang partisipasi modal swasta dalam berbagai proyek strategis nasional.

BACA JUGA:   Ini Strategi PayPro Raih 7 Juta Pengguna

Dengan target belasan proyek waste to energy memasuki tahap tender hingga akhir 2026, Danantara berupaya mempercepat pembangunan infrastruktur pengolahan sampah modern sekaligus memperluas pemanfaatan teknologi energi di Indonesia.

Program ini diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam menjawab tantangan pengelolaan sampah perkotaan, menciptakan peluang investasi, serta mendukung transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan.

Tags: Danantara Indonesia
Previous Post

Lewat Charity Ride, FIFGROUP Salurkan Donasi ke Panti Asuhan dalam Rangkaian Honda Bikers Day 2026

Next Post

Bahlil Tegaskan Indonesia Hormati Kontrak Gas dengan Singapura: Jangan Ajari Kami Soal Komitmen!

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR