Jakarta, TopBusiness – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyiapkan pelaksanaan akad massal 71.000 rumah subsidi pada Desember 2026. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung di Malang, Jawa Timur, pada 17 Desember 2026 dan diharapkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto.
Maruarar mengatakan, persiapan agenda tersebut telah dilaporkan kepada Presiden saat dirinya diterima di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (26/10/2026). Program ini menjadi pelaksanaan akad massal rumah subsidi yang keempat setelah rangkaian kegiatan serupa sebelumnya digelar di sejumlah daerah.
“Saya juga sudah menyampaikan laporan untuk bulan Desember untuk akad massal rumah subsidi yang keempat. Jadi, itu ada dua kegiatan Kementerian Perumahan yang kami laporkan kepada beliau,” kata Maruarar dalam konferensi persnya yang dikutip Selasa (27/10/2026).
Sebelumnya, pemerintah telah menyelenggarakan akad massal rumah subsidi di sejumlah daerah. Salah satunya di Batang, Jawa Tengah, sekitar empat bulan lalu, dengan pelaksanaan akad untuk 62.000 rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di ratusan lokasi secara serentak.
Maruarar berharap program rumah subsidi dapat terus memperluas akses masyarakat terhadap hunian sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di daerah. Pelaksanaan program tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sektor perumahan melalui pembiayaan dan penyediaan hunian bagi masyarakat.
Selain rumah subsidi, Maruarar mengatakan pemerintah meningkatkan target program bedah rumah dari 45.000 unit pada 2025 menjadi 400.000 unit pada 2026.
Dalam pertemuan dengan Presiden, ia juga melaporkan persiapan program gentengisasi yang melibatkan UMKM lokal. Pemerintah menjadwalkan pengiriman 2,4 juta genteng tanah liat produksi UMKM dari Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, pada 8 November 2026.
Sebanyak 34 UMKM telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk genteng yang akan dikirim menggunakan 600 truk ke berbagai titik di Jawa Barat.
Maruarar menjelaskan, program tersebut bertujuan memperluas pasar produk lokal sekaligus meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi UMKM. Pemerintah juga menyiapkan pengembangan program serupa di Jawa Tengah dan Jawa Timur, termasuk dengan melibatkan produsen genteng di Kebumen dan Trenggalek.
Menurut dia, pembinaan dan sertifikasi menjadi faktor penting agar produk UMKM mampu memenuhi standar kualitas serta memperoleh kepastian permintaan. Pemerintah memperkirakan pesanan genteng produksi UMKM dapat meningkat menjadi 4 juta hingga 5 juta unit pada 2027, dibandingkan 2,4 juta unit pada tahun ini.
Maruarar menambahkan, Presiden juga meminta Kementerian PKP menyiapkan program lanjutan yang sejalan dengan konsep ASRI, yakni menciptakan lingkungan yang nyaman, indah, serta mendukung pemberdayaan UMKM dan kesehatan masyarakat. Rincian program tersebut akan disampaikan lebih lanjut untuk pelaksanaan tahun depan.
