Jakarta, TopBusiness—Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, menegaskan pentingnya percepatan implementasi Blueprint Pendalaman Pasar Uang dan Valuta Asing (BPPU) 2030 dengan mengarahkan fokus pengembangan (pasar uang dan valuta asing (PUVA) dari penguatan fondasi menuju peningkatan aktivitas dan pemanfaatan produk serta infrastruktur pasar.
“Keberhasilan pendalaman PUVA tidak cukup berhenti pada tersedianya ketentuan dan infrastruktur, tetapi harus tercermin dari peningkatan aktivitas transaksi, perluasan partisipasi pelaku pasar yang kompeten, pembentukan harga yang semakin baik, serta penguatan tata kelola dan integritas pasar,” tegas Destry dalam keterangan resmi (28/10/2026).
Untuk itu, industri didorong semakin aktif dalam menyediakan likuiditas, mengembangkan inovasi, dan mengatasi hambatan implementasi untuk mengakselerasi pendalaman PUVA.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menekankan pentingnya pendalaman pasar keuangan untuk memperkuat sumber pembiayaan pembangunan ekonomi nasional.
“Pendalaman pasar tidak hanya bertumpu pada peningkatan volume transaksi dan pengembangan instrumen, tetapi juga memerlukan tata kelola yang baik, integritas pelaku, transparansi, dan kepercayaan pasar,” kata Hasan.
