Jakarta, TopBusiness – PT Indonesian Paradise Property Tbk (DX: INPP) atau Paradise Indonesia memperkuat bisnis komersial melalui strategi pengembangan pusat perbelanjaan berukuran menengah (mid-sized malls), diversifikasi penyewa (tenant), serta pengembangan penyewa khusus (specialty tenants) yang menyasar segmen menengah atas.
Strategi tersebut mendorong pendapatan segmen komersial perseroan tumbuh sekitar 25% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi lebih dari Rp521 miliar hingga September 2026. Segmen ini berkontribusi sekitar 40% terhadap total pendapatan Paradise Indonesia yang mencapai Rp1,3 triliun.
Pengembangan pusat perbelanjaan dengan konsep tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan memperkuat daya tarik aset sekaligus menjaga relevansi portofolio komersial terhadap kebutuhan pasar.
Wakil Presiden Direktur sekaligus CFO Paradise Indonesia, Surina, mengatakan diversifikasi portofolio bisnis menjadi kunci perseroan dalam menjaga kinerja yang solid. Dalam strategi tersebut, segmen komersial dan hospitality berperan sebagai penopang pendapatan berulang (recurring income), sedangkan penjualan properti menjadi penggerak pengembangan bisnis.
“Diversifikasi portofolio bisnis menjadi kunci INPP dalam menjaga kinerja yang solid, dengan segmen komersial dan hospitality sebagai penopang pendapatan berulang serta property sales sebagai penggerak pengembangan bisnis,” ujar Surina dalam keterangan tertulis, Kamis (29/10/2026).
Selain mengoptimalkan pusat perbelanjaan yang telah dimiliki, Paradise Indonesia juga memperluas portofolio aset komersial. Pada semester I-2026, perseroan meresmikan 23 Semarang Shopping Center.
Perseroan juga melanjutkan pengembangan fase pertama kompleks komersial 88 Plaza di Balikpapan. Hingga September 2026, progres penjualan proyek tersebut telah mencapai sekitar 50%.
Di luar pengembangan aset baru, INPP melakukan revitalisasi properti eksisting untuk meningkatkan daya saing dan kinerja aset. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan dalam mengoptimalkan potensi portofolio sekaligus memperkuat kontribusi pendapatan berulang.
Secara keseluruhan, pendapatan berulang menyumbang lebih dari 75% terhadap total pendapatan INPP hingga September 2026. Selain ditopang segmen komersial, pendapatan berulang juga berasal dari bisnis hospitality, yang mencatatkan pendapatan sekitar Rp473 miliar, tumbuh lebih dari 3,5% YoY.
Sementara itu, segmen penjualan properti berkontribusi sekitar Rp310 miliar. Dengan mengombinasikan pengembangan pusat perbelanjaan, diversifikasi penyewa, revitalisasi aset, dan ekspansi proyek komersial, Paradise Indonesia berupaya menjaga pertumbuhan bisnis serta menciptakan nilai jangka panjang.
