TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Era AI Ubah Kebutuhan Kompetensi, Kemenaker Dorong Upskilling SDM

Nurdian Akhmad
30 October 2026 | 07:09
rubrik: Ekonomi
Era AI Ubah Kebutuhan Kompetensi, Kemenaker Dorong Upskilling SDM

Direktur Bina Infrastruktur dan Tenaga Pelatihan Kementerian Ketenagakerjaan, Teguh Djatmiko Saat Memberikan Sambutan di Acara Puncak TOP Human Capital Awards 2026. (Foto: Dok. TopBusiness/Rendy MR)

Jakarta, TopBusiness – Transformasi digital dan perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mengubah kebutuhan keterampilan tenaga kerja. Menghadapi perubahan tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mendorong perusahaan untuk memperkuat pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM) agar mampu beradaptasi dan berkolaborasi dengan teknologi.

Direktur Bina Instruktur dan Tenaga Pelatihan Kemenaker Teguh Djatmiko mengatakan, perkembangan AI dan otomatisasi telah mengubah cara perusahaan bekerja, termasuk jenis pekerjaan dan keterampilan yang dibutuhkan industri.

Karena itu, perusahaan tidak cukup hanya mengajarkan penggunaan teknologi kepada pekerja, tetapi juga harus mempersiapkan mereka agar mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan menciptakan nilai tambah.

“Tugas kita bukan hanya mengajarkan penggunaan teknologi, tapi menyiapkan pekerja agar mampu berkolaborasi dengan teknologi, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai tambah,” ujar Teguh dalam sambutannya mewakili Menteri Ketenagakerjaan Yassierli pada acara puncak TOP Human Capital Awards 2026 di Hotel Raffles Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Menurutnya, pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning) harus menjadi budaya organisasi. Hal ini penting karena perubahan kebutuhan keterampilan berlangsung semakin cepat. Kompetensi yang relevan saat ini belum tentu mencukupi untuk menghadapi kebutuhan industri lima tahun mendatang.

Teguh menilai, keunggulan perusahaan ke depan tidak lagi hanya ditentukan oleh besarnya modal, kecanggihan mesin, dan penguasaan teknologi, tetapi juga kualitas manusia yang mengelolanya.

“Mesin dapat dibeli, teknologi dapat diadopsi, modal dapat dihimpun, namun kompetensi, kreativitas, integritas, kepemimpinan, dan budaya kerja unggul harus dibangun melalui proses yang konsisten,” katanya.

Selain transformasi digital, dia menyebutkan terdapat dua tantangan lain dalam pengembangan SDM, yakni kesenjangan kompetensi dengan kebutuhan industri serta transisi menuju ekonomi hijau.

Transisi ekonomi berkelanjutan, menurutnya, akan melahirkan kebutuhan baru terhadap keterampilan hijau (green skills) dan pekerjaan hijau (green jobs). Perubahan tersebut perlu berjalan secara adil (just transition) agar tidak ada pekerja yang tertinggal.

BACA JUGA:   Pemerintah Harus Antisipasi Efek Domino Sebelum Menaikkan Harga BBM

Pengembangan Human Capital

Teguh menegaskan, menghadapi berbagai tantangan tersebut, pengelolaan human capital tidak boleh berhenti pada urusan administrasi kepegawaian, rekrutmen, penggajian, dan penilaian kinerja. Pengembangan SDM harus terintegrasi dengan strategi bisnis perusahaan.

Dia memaparkan empat perubahan paradigma yang perlu dilakukan perusahaan dalam mengelola human capital.

Pertama, mengubah orientasi dari training oriented menjadi competency oriented. Keberhasilan pelatihan tidak cukup diukur dari jumlah peserta atau sertifikat, tetapi harus dilihat dari peningkatan kompetensi dan kontribusinya terhadap kinerja.

Kedua, beralih dari pendekatan qualification based menuju skill based, dengan memberikan pengakuan terhadap keterampilan nyata, pengalaman kerja, dan potensi individu, bukan semata-mata kualifikasi formal.

Ketiga, mengubah penilaian kerja tahunan menjadi continuous performance and development, sehingga penilaian kinerja diikuti pembinaan, pengembangan kompetensi, dan peningkatan karier secara berkelanjutan.

Keempat, menempatkan human capital bukan sekadar fungsi pendukung, melainkan mitra strategis dalam menciptakan nilai perusahaan.

Menurut Teguh, investasi pengembangan SDM harus menghasilkan peningkatan produktivitas, inovasi, kualitas layanan, dan daya saing perusahaan.

Perkuat Pelatihan Vokasi

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Kemenaker terus mendorong transformasi pelatihan vokasi agar semakin responsif terhadap kebutuhan industri. Prinsip yang dikembangkan adalah demand-driven vocational training, yakni pelatihan yang berangkat dari kebutuhan nyata dunia kerja.

Teguh menyebutkan lima agenda penting yang perlu diperkuat, yaitu meningkatkan kemitraan antara balai pelatihan vokasi dengan perusahaan, meningkatkan kompetensi instruktur dan tenaga pelatihan, memperluas program peningkatan keterampilan (upskilling), memperkuat pengakuan kompetensi dari pengalaman kerja maupun berbagai jalur pembelajaran, serta memanfaatkan data kebutuhan keterampilan dan informasi pasar kerja.

Dia juga mengingatkan bahwa kompetensi tidak secara otomatis menghasilkan produktivitas apabila tidak didukung sistem kerja, kepemimpinan, budaya organisasi, dan pemanfaatan teknologi yang memadai.

BACA JUGA:   BI: Kredit Perbankan Tumbuh Melambat

Dalam kesempatan tersebut, Teguh mengajak para pemimpin perusahaan dan praktisi human capital menjadikan pengembangan kompetensi sebagai investasi strategis, membangun organisasi yang memberikan kesempatan kepada pekerja untuk belajar dan berkembang, serta menempatkan keberlanjutan tenaga kerja sebagai bagian tidak terpisahkan dari keunggulan bisnis.

Hal tersebut sejalan dengan tema TOP Human Capital Awards 2026, yaitu Unlocking Human Potential for Sustainable Business Excellence.

Previous Post

Longsor di Ruas Jalan Tarutung–Sipirok Ditangani, Lalu Lintas Kembali Bisa Dilalui dengan Sistem Buka Tutup

Next Post

Wah Perusahaan Asuransi Ini Bersih-bersih Ciliwung

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR