Jakarta, TopBusiness—Analis dari Ipot, Brigita Kinari, menganalisis bahwa kini secara teknikal, IHSG masih berada dalam tekanan jual dan ditutup di bawah MA3, dengan koreksi mingguan mencapai 7,03%. Kondisi ini mengindikasikan bahwa momentum bearish masih dominan dan pemulihan tren jangka pendek belum terkonfirmasi.
“Dalam skenario best case, selama mampu mempertahankan penutupan di atas level psikologis 5.000, IHSG berpeluang bergerak konsolidatif pada kisaran 5.000–5.200 sepanjang pekan depan,” kata dia dalam analisis terbaru yang diterima Redaksi Majalah TopBusiness, hari ini.
Namun, apabila tekanan jual kembali meningkat dan indeks ditutup menembus ke bawah 5.000, IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan untuk menguji area 4.900–5.000. Sementara itu, dalam skenario worst case, tekanan jual yang berlanjut berpotensi membawa indeks menuju area koreksi berikutnya di 4.763–4.845.
“Pada pekan depan, pergerakan IHSG akan dipengaruhi oleh kemampuan indeks mempertahankan level psikologis 5.000 serta respons investor terhadap sejumlah agenda ekonomi domestik, meliputi rilis Manufacturing PMI, neraca perdagangan, inflasi, pertumbuhan ekonomi 3Q26, cadangan devisa, dan indeks harga rumah. Dari eksternal, investor juga akan mencermati pemilu paruh waktu AS (midterm election) pada 3 November.”
“Secara teknikal, area level support IHSG berada di 4.915-5.012, sedangkan resistance berada di 5.328-5.460. Selama mampu bertahan di atas 5.000, IHSG berpeluang memasuki fase konsolidasi. Sebaliknya, penutupan di bawah level tersebut akan meningkatkan risiko pelemahan menuju area 4.900 dan membuka ruang koreksi lebih dalam,” imbuhnya.
Ia merekomendasikan saham dan reksadana ini untuk pekan ini.
- Buy ASII (Entry: 4.800, Target Price (TP): 5.275, Stop Loss (SL): 4.560). Secara teknikal, pergerakan saham ASII menunjukkan potensi penguatan lanjutan setelah berhasil bergerak di atas MA5 hingga MA50. Selain itu, indikator tradeflow mengindikasikan adanya akumulasi dari smart money dan investor asing yang memperkuat sinyal positif tersebut
- Buy ISAT (Entry: 1.530, Target Price (TP): 1.705, Stop Loss (SL): 1.47). Secara teknikal, pergerakan saham ISAT membentuk pola falling wedge yang disertai dengan pengujian pada area support kuat. Selain itu, terbentuknya pola candlestick terakhir inverted hammer semakin memperbesar peluang terjadinya pembalikan arah (reversal) menjelang skenario buy on breakout.
- Buy KLBF (Entry: 730, Target Price (TP): 800, Stop Loss (SL):700). Secara teknikal, pergerakan saham KLBF berpotensi melanjutkan penguatan jangka pendek setelah berhasil bergerak di atas MA5 diikuti indikator MACD yang membentuk golden cross mulai bergerak di area positif. Selain itu, tercatat pada 30 Oktober 2026 net foreign buy cumulative senilai Rp28.4 miliar.
- Buy Power Fund Series XGLD. XGLD (Premier ETF Gold Sharia Indonesia) menawarkan alternatif investasi yang efisien bagi investor yang ingin memperoleh eksposur terhadap emas melalui instrumen yang diperdagangkan di Bursa, tanpa perlu membeli dan menyimpan emas fisik secara langsung. Dengan karakteristik yang sesuai prinsip syariah, XGLD dapat menjadi pilihan diversifikasi portofolio sekaligus sarana untuk memanfaatkan potensi emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian dan volatilitas pasar. Investor juga dapat melakukan transaksi unit penyertaan XGLD melalui aplikasi IPOT layaknya ETF pada umumnya, sehingga memberikan fleksibilitas dan kemudahan dalam mengakses aset emas.
