TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

EMAS Targetkan Produksi Emas Capai 250.000 Ons Tahun Depan Usai di Kuartal III Melonjak 69%

Busthomi
2 November 2026 | 14:17
rubrik: Ekonomi
EMAS Targetkan Produksi Emas Capai 250.000 Ons Tahun Depan Usai di Kuartal III Melonjak 69%

Ilustrasi tambang emas di Indonesia. FOTO: AI Chat GPT

Jakarta, TopBusiness – PT Merdeka Gold Resources Tbk (IDXEMAS; HKEX: 6228) mencatatkan lonjakan produksi emas sebesar 69% secara kuartalan (quarter-on-quarter) menjadi 26.331 ons pada kuartal ketiga 2026.

Pencapaian ini sejalan dengan peningkatan kapasitas operasi (ramp-up) heap leach di Tambang Emas Pani, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, yang terus menunjukkan momentum positif.

Pada saat yang sama, pengembangan fasilitas Carbon-in-Leach (CIL) telah memasuki tahap konstruksi guna mendukung fase pertumbuhan jangka panjang Tambang Emas Pani selanjutnya.

Sejak memproduksi emas perdana pada Februari 2026, Tambang Pani terus meningkatkan skala operasionalnya secara cepat. Adapun produksi emas Perseroan mencapai 10.952 ons pada bulan September, naik 12% dibandingkan Agustus.

Momentum ini berlanjut hingga Oktober dengan torehan produksi 6.190 ons pada dua minggu pertama, yang mengindikasikan tingkat produksi tahunan (annualised) sebesar kurang lebih 149.000 ons.

Sebagai informasi, peningkatan ramp-up yang dimulai pada akhir periode (back-end-loaded), membuat Perseroan memandang lintasan produksi tahun 2026 dan 2027 sebagai fase pertumbuhan yang berkelanjutan, sekaligus mengukuhkan posisi Perseroan untuk mencatatkan total produksi emas gabungan lebih dari 250.000 ons selama periode dua tahun tersebut. 

“Kuartal ketiga ini membuktikan stabilitas peningkatan kapasitas di Tambang Emas Pani, yang ditandai dengan angka produksi lebih tinggi, kinerja operasional yang lebih kuat, serta efisiensi biaya yang membaik,” ujar Boyke P. Abidin, Presiden Direktur PT Merdeka Gold Resources Tbk., dalam keterangannya, Senin (2/11/2026).

Bersamaan dengan itu, kata dia, proyek CIL kini beralih dari tahap rekayasa teknik ke tahap konstruksi, yang menjadi langkah penting bagi fase pertumbuhan Perseroan selanjutnya.

“Fokus kami tetap pada upaya memacu skala produksi secara bertanggung jawab, meningkatkan keandalan operasional, dan mengeksekusi proyek CIL dengan sangat disiplin seiring tekad kami mewujudkan Tambang Emas Pani sebagai operasi tambang emas skala besar dengan umur tambang yang panjang,” terangnya.

BACA JUGA:   Sektor Manufaktur akan Dikembangkan di Luar Jawa

Sebagai informasi, Perseroan mampu memperbaiki biaya per unit selama kuartal tersebut sekalipun volume produksi mengalami kenaikan.

Biaya tunai (cash cost), di luar royalti dan kredit perak, turun 13% secara kuartalan menjadi US$778 per ons. Sementara itu, total biaya pemeliharaan menyeluruh (all-in sustaining cost/AISC) juga turun 12% menjadi US$1.281 per ons.

EMAS memperkirakan biaya per kuartal masih akan berfluktuasi selama masa ramp-up, namun biaya setahun penuh diproyeksikan akan tetap berada dalam rentang target panduan Perseroan untuk tahun 2026.

Fase pertumbuhan besar selanjutnya bagi Tambang Emas Pani berpusat pada CIL Tahap I. Desain rekayasa dasar (basic engineering) telah selesai, seluruh peralatan utama dengan waktu pemesanan lama (long lead equipment) telah dipersiapkan, kontraktor konstruksi mulai dimobilisasi, dan pekerjaan sipil di sejumlah area pabrik utama telah dimulai.

Fasilitas ini dirancang dengan kapasitas cadangan (surge capacity) sekitar 20%, yang memungkinkan throughput pemrosesan hingga 14,4 juta ton per tahun (Mtpa), dan ditargetkan untuk menjalani uji coba (commissioning) pada 2028.

EMAS juga tengah mematangkan rencana pembangunan fasilitas CIL Tahap II dengan kapasitas yang sama seperti Tahap I, didukung oleh infrastruktur bersama (shared infrastructure) antara kedua fasilitas tersebut.

Total kapasitas produksi emas tahunan gabungan dari operasi CIL ditargetkan mencapai sekitar 500.000 hingga 700.000 ons, jauh melampaui estimasi produksi pabrik tunggal di kisaran 250.000-350.000 ons, ditambah dengan produksi dari operasi heap-leach yang sudah berjalan.

Kegiatan eksplorasi juga terus memperkuat potensi pertumbuhan jangka panjang Pani. Hasil pengeboran mengonfirmasi adanya perpanjangan mineralisasi emas di bawah selubung Sumber Daya (Resource envelope) yang ada saat ini di area Pani Deeps, serta tambahan mineralisasi di Area Pani Gap dan Kolokoa Tahap 2.

BACA JUGA:   Forum Wali Kota di Tangsel GIF Bahas Iptek & Inovasi Daerah

Berbekal hasil menjanjikan tersebut, EMAS telah menyetujui anggaran eksplorasi senilai US$11,4 juta untuk tahun 2027, mencakup program pengeboran sepanjang 50.000 meter yang bertujuan untuk memperluas basis Sumber Daya Pani dan memajukan target-target eksplorasi tambahan.

Gabungan produksi emas dari heap-leach untuk tahun 2026 dan 2027 diproyeksikan akan melampaui 250.000 ons.

Mengacu pada revisi profil produksi ini, dan bergantung pada persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB), produksi emas pada 2027 diperkirakan akan jauh di atas estimasi Perseroan sebelumnya yang dipatok di level 150.000 ons.

Target cash cost, di luar royalti dan kredit perak, tetap dipertahankan pada kisaran US$900-US$1.100, sedangkan target AISC tetap pada US$1300-US$1.450 per ons.

Kendati demikian, Perseroan akan terus mengelola berbagai variabel eksternal dan operasional secara terukur, fokus utama Perseroan tetap pada upaya memacu agenda pertumbuhan yang kuat.

Saat ini Tambang Emas Pani telah mampu menorehkan kinerja yang begitu solid tak lama setelah mulai beroperasi–yangmenjadi bukti nyata atas kualitas aset tersebut. Langkah awal yang tangguh ini meletakkan fondasi yang kokoh bagi target-target pertumbuhan Perseroan ke depan, yang akan ditopang oleh kelanjutan peningkatan kapasitas (ramp-up) operasi heap-leach, program eksplorasi tahun 2027, serta pengembangan fasilitas CIL di masa mendatang.

Previous Post

DataOn HR Conference 2026 Soroti Peran AI dan PotensiManusia dalam Meningkatkan Kinerja SDM

Next Post

Bantu Tingkatkan Inklusi Keuangan Syariah, Kinerja BSI Agen Diapresiasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR