TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pergerakan IHSG Masih Miliki Peluang untuk Melanjutkan Penguatan Menuju Area 5.456–5.564

Agus Haryanto
3 November 2026 | 08:10
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,79% ke level 5.096 pada perdagangan terbaru. Penguatan ini didukung oleh munculnya volume pembelian yang mengindikasikan adanya peningkatan minat beli di pasar saham.

Berdasarkan analisis teknikal Elliott Wave, IHSG dalam skenario terbaik (best case) diperkirakan masih berada pada bagian dari wave (iv) dari wave [v] pada label hitam. Kondisi tersebut membuka peluang bagi IHSG untuk melanjutkan penguatan menuju area 5.456–5.564.

Namun, investor tetap perlu mencermati skenario terburuk (worst case) pada label merah. IHSG berpotensi berbalik terkoreksi dan memasuki wave (v) dari wave [v], dengan target pelemahan di kisaran 4.763–4.845 apabila menembus level 4.907.

Adapun level support IHSG berada di 5.012 dan 4.907, sedangkan resistance berada di 5.328 dan 5.460.

Di tengah pergerakan pasar tersebut, terdapat empat saham yang dapat dicermati dengan strategi Buy on Weakness, yakni BBRI, ESSA, MAPA, dan PGEO.

Rekomendasi Saham Hari Ini

1. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) – Buy on Weakness

Saham BBRI menguat 0,71% ke level Rp2.820, meskipun masih disertai tekanan jual. Secara teknikal, posisi BBRI diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave [b] dari wave B.

Investor dapat mempertimbangkan strategi Buy on Weakness pada rentang harga Rp2.650–Rp2.760.

  • Target harga: Rp2.950 dan Rp3.070
  • Stoploss: di bawah Rp2.590

2. PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) – Buy on Weakness

Saham ESSA melonjak 6% ke level Rp530. Penguatan tersebut didukung oleh munculnya volume pembelian yang menunjukkan peningkatan minat beli.

Secara teknikal, ESSA diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave [c] dari wave 4.

Strategi Buy on Weakness dapat dilakukan pada rentang harga Rp505–Rp520.

  • Target harga: Rp550 dan Rp585
  • Stoploss: di bawah Rp492
BACA JUGA:   IHSG masih Bisa Menguat

3. PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) – Buy on Weakness

Saham MAPA terkoreksi 0,87% ke level Rp570. Meski mengalami pelemahan, pergerakan saham ini masih didukung oleh munculnya volume pembelian.

Berdasarkan analisis Elliott Wave, MAPA diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave B dari wave (B).

Investor dapat mencermati peluang akumulasi pada rentang harga Rp535–Rp570.

  • Target harga: Rp605 dan Rp640
  • Stoploss: di bawah Rp525

4. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) – Buy on Weakness

Saham PGEO menguat 2,76% ke level Rp930, disertai peningkatan volume pembelian. Kondisi tersebut menjadi indikasi positif bagi pergerakan saham ke depan.

Secara teknikal, PGEO diperkirakan sedang berada di awal wave 3 dari wave (C), sehingga masih memiliki peluang melanjutkan penguatan.

Strategi Buy on Weakness dapat dipertimbangkan pada rentang harga Rp900–Rp920.

  • Target harga: Rp975 dan Rp1.060
  • Stoploss: di bawah Rp890

Tags: ihsgindeksJCI
Previous Post

Berikut, Laptop Andal 15,6 Inci Seharga Rp8-an Juta

Next Post

Awas Berbalik Koreksi, Berikut Strategi Buy Enam Saham Ini: AMRT, HRTA, PSAB, TINS, INCO, dan MBMA

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR