TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

PRDA Catatkan Pendapatan Rp1,71 Triliun, Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

Busthomi
3 November 2026 | 09:17
rubrik: Capital Market
Anggarkan Rp200 Miliar, Prodia Siap Buyback Saham

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness — PT Prodia Widyahusada Tbk (“Perseroan” atau “Prodia”, IDX: “PRDA”), jaringan laboratorium klinik swasta terbesar di Indonesia, mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,71 triliun hingga Kuartal III 2026, tumbuh 8,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pencapaian ini sekaligus menjadi pendapatan kumulatif sembilan bulan tertinggi dalam lima tahun terakhir, mencerminkan penguatan momentum pertumbuhan bisnis Perseroan. Sejalan dengan peningkatan pendapatan,

Prodia membukukan laba bersih sebesar Rp125,9 miliar atau tumbuh 10,0% YoY. Kinerja pendapatan terutama didukung oleh kontribusi dari segmen rujukan dokter dan klien korporasi.

Dari sisi operasional, jumlah kunjungan pelanggan (visit) tumbuh di seluruh segmen, sementara volume tes meningkat 12,8% YoY, dengan total pemeriksaan melampaui 15 juta tes. Pertumbuhan ini turut menjadi bagian dari upaya Perseroan dalam meningkatkan pendapatan per kunjungan (revenue per visit) guna menjaga kualitas pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Dari sisi profitabilitas, EBITDA Perseroan meningkat 9,7% menjadi Rp340,2 miliar hingga September 2026 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Sejalan dengan pengembangan bisnis, Perseroan juga terus mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/CAPEX) secara terukur untuk mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan kapasitas layanan, dengan realisasi CAPEX hingga September 2026 sebesar Rp57,6 miliar dari total Rp150 miliar anggaran CAPEX tahun 2026.

Dari sisi arus kas, Perseroan membukukan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp301,3 miliar, sementara arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi tercatat sebesar Rp106,8 miliar.

Pengelolaan arus kas dan investasi tersebut menjadi bagian dari upaya Perseroan dalam menjaga fleksibilitas keuangan sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

Dari sisi posisi keuangan, total aset Perseroan mencapai Rp2,62 triliun per 30 September 2026, meningkat 1,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Total liabilitas meningkat 0,4% menjadi Rp269,0 miliar, sementara total ekuitas meningkat 1,7% menjadi Rp2,35 triliun.

BACA JUGA:   Sementara Waktu, BEI tak Perdagangkan AREA

Perseroan juga mencatatkan kas dan setara kas sebesar Rp570,5 miliar, meningkat 2,9% dibandingkan September 2025. Kondisi tersebut mencerminkan posisi keuangan yang kuat, didukung oleh peningkatan likuiditas dan struktur permodalan yang semakin solid.

Dengan kapasitas keuangan tersebut, Perseroan terus menerapkan prinsip kehati-hatian dalam mengelola kebutuhan operasional dan investasi, dengan mempertimbangkan prioritas strategis serta potensi penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.

President Director Prodia, Liana Kuswandi, menyampaikan bahwa kinerja Perseroan hingga Kuartal III 2026 menunjukkan perkembangan yang semakin positif, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat pertumbuhan Perseroan.

“Pencapaian hingga Kuartal III 2026 menjadi momentum bagi kami untuk mendorong pertumbuhan yang berkualitas. Ke depan, kami akan terus memperkuat strategi Perseroan melalui peningkatan efektivitas customer engagement untuk mendorong frekuensi kunjungan dan retensi pelanggan, serta mempercepat adopsi tes-tes baru agar dapat memberikan kontribusi optimal terhadap pendapatan,” tutur Liana dalam keterangannya dikutip Selasa (3/11/2026).

“Kami juga terus mengembangkan layanan diagnostik dan kesehatan yang lebih advanced dan terintegrasi, termasuk penguatan layanan pada specialty clinics. Kami juga akan terus memperkuat product mix, meningkatkan efisiensi operasional, serta mengakselerasi transformasi teknologi digital dan kemitraan strategis untuk mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Finance & Sustainability Director Prodia, Marina Eka Amalia, menyampaikan bahwa kinerja keuangan Perseroan hingga September 2026 menunjukkan pertumbuhan yang solid dan profitabilitas yang semakin baik.

“Hingga Kuartal III 2026, laba bersih Perseroan tumbuh 10,0% dan EBITDA meningkat 9,7% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Kami terus menjaga kualitas pertumbuhan melalui disiplin biaya operasional, peningkatan produktivitas, dan optimalisasi proses bisnis,” tutur Marina.

Sejalan dengan upaya tersebut, Perseroan juga sedang melaksanakan program pembelian kembali saham (buyback) di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi. Hingga 30 September 2026, jumlah saham hasil buyback (treasury stock) mencapai 61.438.600 saham atau sekitar 6,5% dari modal disetor.

BACA JUGA:   Sukses Tekan Biaya Dana, Laba BTN Melejit 50%

Langkah ini merupakan bagian dari Upaya Perseroan dalam merespons dinamika pasar dan mendukung penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan dan alokasi modal.

Tags: Kinerja emitenkinerja keuanganPRDAProdia
Previous Post

Awas Berbalik Koreksi, Berikut Strategi Buy Enam Saham Ini: AMRT, HRTA, PSAB, TINS, INCO, dan MBMA

Next Post

Penguatan Pasar hingga Efisiensi Jadi Motor Pertumbuhan, Laba SIG Melonjak 363%

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR