TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Penjualan Kendaraan Nasional Tumbuh di Tengah Tekanan Ekonomi, Adira Finance Gaet Laba Bersih Rp1,6 Triliun

Busthomi
3 November 2026 | 14:36
rubrik: Capital Market
Adira Andalkan Motopro untuk Asuransi Motor Roda Dua

foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Ekonomi global masih berada di bawah tekanan sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026 akibat berlanjutnya konflik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga energi dan inflasi.

Kondisi tersebut turut memengaruhi kebijakan moneter, termasuk kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 bps menjadi 3,75%–4,00% pada September 2026.

Di dalam negeri, konsumsi rumah tangga tetap terjaga dengan dukungan stimulus fiskal dan program prioritas Pemerintah. Namun demikian, tekanan terhadap daya beli masyarakat, khususnya kelompok menengah, serta risiko kenaikan harga energi dan pelemahan nilai tukar Rupiah masih menjadi tantangan bagi pertumbuhan permintaan konsumen.

Di tengah berbagai tekanan tersebut, industri otomotif masih menunjukkan pertumbuhan sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026. Penjualan ritel sepeda motor baru meningkat sebesar 10% (yoy) menjadi 5,1 juta unit, sementara penjualan ritel mobil baru tumbuh sebesar 16% (yoy) menjadi 676 ribu unit.

Seiring dengan pertumbuhan positif di industri otomotif, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (IDX: ADMF) atau Adira Finance membukukan pembiayaan baru sebesar Rp35,1 triliun sepanjang sembilan bulan tahun 2026, meningkat 13% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja ini didukung oleh peningkatan pembiayaan di seluruh segmen baik otomotif maupun non otomotif.  Pada akhir September 2026, piutang pembiayaan yang dikelola Perusahaan mencapai Rp65,8 triliun, meningkat 7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Untuk mendukung pengembangan bisnis, Adira Finance terus mengoptimalkan jaringan usaha yang kini mencapai 847 kantor cabang dan kantor satelit di seluruh Indonesia.

Selain mencatatkan pertumbuhan bisnis, Adira Finance juga melanjutkan penguatan operasional pascamerger dengan Mandala Finance.

Pada Oktober 2026, Perusahaan memasuki tahap Operational Day 1 (OD1), yang menandai penyatuan operasional kedua perusahaan. Integrasi ini menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan jaringan dan kapabilitas bisnis, meningkatkan kualitas layanan, serta membuka peluang pertumbuhan pembiayaan yang lebih luas.

BACA JUGA:   Monetisasi Infrastruktur Berbuah Manis, WIFI Raih Pendapatan Rp1,57 Triliun Melambung 206% di Semester I

“Di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang, kami akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas pembiayaan. Di saat yang sama, integrasi operasional pascamerger menjadi momentum penting bagi Adira Finance untuk meningkatkan produktivitas jaringan, mengoptimalkan sinergi dengan Bank Danamon dan MUFG Group, serta memperkuat daya saing Perusahaan ke depan,” Kata Dewa Made Susila, Direktur Utama Adira Finance, dalam keterangannya, dikutip Selasa (3/11/2026).

Lebih jauh ditegaskannya, dari sisi keuangan, Adira Finance membukukan total pendapatan sebesar Rp9,8 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026, meningkat 9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, total beban relatif stabil di kisaran Rp7,6 triliun, antara lain didukung oleh penurunan beban bunga dan beban penyisihan kerugian penurunan nilai masing-masing sebesar 14% dan 10% (yoy).

Dengan pertumbuhan pendapatan dan beban yang tetap terkendali, laba bersih Perusahaan meningkat 56% menjadi Rp1,6 triliun. Sejalan dengan pertumbuhan kinerja keuangan, kualitas aset Perusahaan juga menunjukkan perbaikan. Rasio pembiayaan bermasalah (NPF) gross konsolidasian tercatat sebesar 1,8% pada September 2026, membaik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 2,1%.

Ke depan, Perusahaan akan terus menjaga kualitas pembiayaan melalui penerapan proses underwriting yang prudent serta penguatan aktivitas monitoring dan collection.

Direktur Keuangan Adira Finance, Sylvanus Gani Mendrofa, menyampaikan bahwa ke depan, Perusahaan akan terus menjaga profitabilitas melalui pertumbuhan pembiayaan yang sehat, diversifikasi sumber pendanaan, serta peningkatan efisiensi operasional. Di tengah dinamika suku bunga dan tekanan daya beli masyarakat, Perusahaan akan terus mencermati perkembangan kondisi pasar dan menyesuaikan strategi bisnis secara terukur untuk menjaga kinerja yang berkelanjutan.

Tags: adira financeKinerja emitenPT Adira Dinamika Multi Finance Tbksektor multifinance
Previous Post

Pupuk Indonesia Siap Bangun Ammonia Hub di Batam, Manfaatkan Gas Natuna

Next Post

Kuartal III, INET Catatkan Pendapatan Rp1,55 Triliun, Melejit 2.154,30%

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR