Jakarta, TopBusiness — PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) tampil sebagai satu-satunya perusahaan beton pracetak yang berhasil meraih penghargaan dalam ajang Indonesia Patent Awards 2026.
Apresiasi kategori Best Commercialization Model dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum RI ini diterima langsung oleh Direktur Utama WIKA Beton, Kuntjara, dalam Forum Bisnis Paten Indonesia 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) pada 3–5 November 2026.
Penghargaan tersebut diraih berkat kesuksesan komersialisasi inovasi WTON Splice Sleeve. Untuk memenangkan kategori ini. Capaian ini diraih setelah WIKA Beton berhasil menembus kurasi ketat dewan juri independen yang menyaring ribuan paten aktif menjadi 40 finalis, hingga terpilih 20 invensi terbaik di empat kategori.
Terdaftar dengan nomor paten IDS000011335 melalui judul invensi “Selongsong Baja Berulir sebagai Penyambung Baja Tulangan Beton”, WTON Splice Sleeve merupakan sistem sambungan mekanik dari baja tuang untuk struktur kolom pracetak. Di lapangan, teknologi ini menjadi solusi untuk menyambung elemen beton pracetak secara presisi, kokoh, dan memangkas waktu konstruksi sekaligus meningkatkan mutu struktur bangunan.
Kuntjara menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi bukti komitmen WIKA Beton dalam menghadirkan solusi konstruksi berbasis riset yang teruji.
“Sebagai perusahaan beton pracetak satu-satunya yang tampil disini, membuktikan bahwa WIKA Beton terus berusaha menghadirkan inovasi untuk solusi material konstruksi sesuai kebutuhan industri. Produk yang kami patenkan ini telah melalui riset dan pengujian yang ketat, sebagai #ConcretExpert, kami bahkan memiliki laboratorium riset sendiri yang sudah berstandar KAN agar terus menciptakan nilai tambah untuk keberlanjutan bisnis,” ujar Kuntjara di Jakarta, Jumat (6/11/2026).
Keberhasilan hilirisasi produk berpaten yang berorientasi pasar ini diproyeksikan memberikan dampak positif bagi kinerja finansial WIKA Beton, sekaligus memperkokoh peran strategis perusahaan di dalam ekosistem Danantara dan BUMN.
