TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Bursa Saham Asia Terdongkrak Sentimen Positif AS

Nurdian Akhmad
4 June 2018 | 08:45
rubrik: Business Info
Bursa Asia Dibayangi Perang Dagang AS-China

foto: istimewa

Jakarta, BusinessNews Indonesia –  Terdorong oleh sentimen positif pemulihan ekonomi Amerika Serikat, bursa saham Asia pada pembukaan perdagangan Senin (4/6/2018) menunjukkan tren positif.

Berdasarkan data Bloomberg, Senin (4/6) pukul 07.49 WIB, indeks Nikkei 225 Jepang naik 1,20%. Diikuti, indeks Topix yang melesat 1,24%.

Pasar saham Korea Selatan juga menguat. Indeks Kospi bergerak naik 0,29%. Di Australia, indeks S&P/ASZ 200 naik 0,61%.

Membaiknya data tenaga kerja di negeri Paman Sam memperkuat optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi negara adidaya tersebut. Meskipun, data itu juga memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada akhir bulan ini.

Seperti diketahui, pekan lalu, AS melaporkan adanya penambahan 223.000 lapangan kerja non-pertanian pada Mei lalu, dan upah rata-rata per jam meningkat 0,3%. Keduanya melampaui perkiraan para ekonom. Sebaliknya, tingkat pengangguran Mei turun ke level 3,8%, terendah selama 18 tahun.

Data tenaga kerja itu menjadi angin segar bagi para pedagang, setelah satu minggu penuh gejolak yang didominasi oleh kekhawatiran tentang krisis politik di wilayah Eropa, terutama Italia.

Namun, bursa Asia masih akan dibayangi isu perang dagang antara AS dan China. China memperingatkan akan menarik diri dari komitmen perdagangan, jika Presiden AS Donald Trump melakukan ancaman terpisah untuk mengenakan tarif di negara Asia. Sementara itu, AS juga akan menghadapi konfrontasi dengan sekutunya pada KTT G7 di Quebec pekan ini. Uni Eropa dan Kanada mengancam langkah-langkah balas dendam, kecuali Trump mengubah kebijakan tarif impor baja dan aluminium.

Dari pasar komoditas, harga minyak bergerak naik di pasar Asia, namun masih berada di bawah level US$ 66 per barel. Ini merupakan kisaran harga terendah dua bulan.

BACA JUGA:   Hingga April, Pilihlah Saham Perkebunan dan Konsumer
Tags: bursa asiabursa saham
Previous Post

Wika Gedung Topping Off Tower 1 Apartemen Arandra Residence

Next Post

Sejalan Bursa Regional, IHSG Pagi Ini Terkerek 0,37%

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR