TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ada Ramadhan, Kalbe Farma Optimistis Penjualan Naik 7%

Nurdian Akhmad
5 June 2018 | 16:40
rubrik: Capital Market
Ada Ramadhan, Kalbe Farma Optimistis Penjualan Naik 7%

Foto: istimewa

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Meskipun daya beli masyarakat melemah, PT Kalbe Farma Tbk tetap optimistis dapat mencapai target pertumbuhan pendapatan yang dipatok perseroan tahun ini sebesar 7% hingga 9%.

Direktur Utama Kalbe Farma, Vidjongtius mengatakan, pada kuartal I-2018 penjualan Kalbe hanya tumbuh 2,4% menjadi Rp 5,01 triliun. Kinerja kuartal I-2018 merupakan efek lanjutan dari kondisi pasar pada kuartal IV-2017.

“Kuartal dua ini banyak berikan harapan karena ada momentum Ramadan dan akan ada banyak perbaikan, kami optimistis full year minimal 7% masih kami upayakan,” ujar Vidjongtius usai RUPS di Jakarta, Selasa (5/6).

Kalbe Farma menggenjot kinerja lewat beberapa strategi. Salah satunya adalah meningkatkan volume penjualan obat resep ke program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan pasar rumah sakit swasta. “Strategi pemasaran obat resep untuk suplai ke JKN masih terus ditingkatkan, porsinya 15% sampai 17% dari pasar obat resep kami,” tutur Vidjongtius.

Untuk pasar produk premium dan bermerek, Kalbe akan memperbesar porsi penjualan ke pasar rumah sakit swasta. “Kami optimalkan dua-duanya tumbuh, memang tidak mengandalkan kenaikan harga tapi kenaikan volume dan ada produk baru,” katanya.

Sekretaris Perusahaan Kalbe Farma, Bernadus Karmin Winata bilang, selain memperbesar volume penjualan, Kalbe juga terus menggenjot inovasi untuk melahirkan produk-produk baru. “Inovasi jadi dasar utama kami yang akan mendorong munculnya produk baru,” kata dia.

Salah satunya adalah produk biosimilar yang mulai dipasarkan tahun ini. Sebelum membangun pabrik sendiri, Kalbe Farma sudah memasarkan produk biosimilar impor. Dengan adanya pabrik milik sendiri, kontribusi produk biosimilar ini sebesar 6% hingga 7% terhadap divisi farmasi.

 

BACA JUGA:   Indeks Nyaman di Area Merah
Tags: kalbe farma
Previous Post

PP-Iptek Menuju World Class Science Center 2025

Next Post

Dibuka Melorot 2,7 Poin, Laju IHSG Tertahan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR