Jakarta, BusinessNews Indonesia—Saat Bulan Ramadan, pola konsumsi masyarakat Indonesia mengalami sejumlah perubahan. Misalnya, konsumen yang sehari-hari tidak minum teh manis, di Bulan Ramadan mengonsumsi produk tersebut saat berbuka puasa.
“Hal ini direspons oleh produsen dan pengiklan. Mereka memanfaatkan perubahan pola konsumsi seperti itu,” kata Executive Director Media Business Nielsen Indonesia, Hellen Katherina, di Jakarta kemarin sore, dalam paparan riset ke sejumlah wartawan.
Hellen mengatakan bahwa, selama Bulan Ramadan tahun ini, nilai belanja iklan meningkat. “Secara tahunan atau year on year, peningkatannya di 7%,” kata dia.
Di Ramadan tahun 2018 ini, masih menurut Hellen, belanja iklan commercial breaks di media massa naik. Untuk produk seperti kopi dan teh, kenaikannya mencapai 54%.
Sedangkan untuk produk material, belanja iklannya naik tajam sebesar 114%.
“Saat Ramadan, banyak konsumen yang belanja material untuk persiapan Idul Fitri dengan mengecat ulang rumah dan lain-lain,” Hellen menambahkan.
