Jakarta, BusinessNews Indonesia—Emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) yakni Sat Nusapersada, sedang membangun pabrik ke-12. Pembangunan ini untuk memenuhi permintaan pasar.
“Juga, pembangunan pabrik baru itu seiring dengan kebijakan pemerintah Indonesia mengurangi impor smart phone yang didukung dengan peraturan tingkat kandungan dalam negeri,” kata Direktur Utama Sat Nusapersada, Abidin. Dalam keterbukaan informasi. Oleh otoritas BEI (11/6/2018).
Abidin menjelaskan bahwa aturan pemerintah itu menyebabkan permintaan terhadap smart phone yang diproduksi dalam negeri, trennya naik terus.
Dijelaskan, sebagian dana investasi pembangunan pabrik yang ke-12 itu berasal dari perbankan. Yakni, dari Bank Mandiri.
“Melalui kredit investasi dari Bank Mandiri,” kata dia.
Abidin menambahkan, “Dampak pembangunan pabrik ke-12 itu yakni kelangsungan usaha kami semakin baik di bisnis smart phone.”
Berdasarkan catatan wartawan Majalah BusinessNews Indonesia, pihak Sat Nusapersada merupakan produsen lokal untuk smart phone merek Xiaomi.
Emiten tersebut pun akan memproduksi smart phone merek Nokia.
