Jakarta, BusinessNews Indonesia—Pengembang properti yang telah terdaftar sebagai perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia (BEI), Bakrie Land Development, merencanakan melakukan reverse stock split. Ada beberapa tujuan hal itu.
Satu di antara itu terhubung dengan rencana emiten tersebut merekstrukturisasi utang. Kepada Geo Link Indonesia. Nilainya Rp 500 miliar.
Dalam materi paparan publik (public expose) yang disampaikan kepada otoritas BEI (12/6/2018), emiten tersebut menjelaskan tengah proses negosiasi restruktuturisasi utang tersebut, dengan cara konversi saham.
Dalam proses restrukturisasi itu, Geo Link meminta agar harga saham Bakrie Land lebih wajar. Maka, reverse stock split menjadi opsi bagi Bakrie Land untuk merealisasikan hal tersebut.
Selanjutnya, dalam materi paparan publik itu, ada dijelaskan bahwa reverse stock split akan dilakukan terhadap seluruh saham. Adapun perbandingannya yakni 10 berbanding satu.
Saham seri A yang semula senilai Rp 500 per lembar, menjadi Rp 5.000 per lembar. Untuk saham B, perubahannya dari Rp 100 per lembar menjadi Rp 1.000 per lembar.
Seiring itu, jumlah lembar saham ditempatkan, berkurang pasca-reverse stock split. Untuk saham seri A, berubah dari 1,4 miliar lembar menjadi 140 juta lembar. Sedangkan saham seri B, berubah dari 42,12 miliar menjadi 4,21 miliar.
Paparan publik insidentil untuk membahas rencana reverse stock split tersebut direncanakan di Jakarta. 22 Juni 2018.
