Sumatera Barat akan punya objek wisata kelas dunia, yakni Kawasan Seribu Rumah Gadang. Upaya menuju heritage dunia itu terus digenjot intensif.
Muara Labuh, Solok Selatan, Sumatera Barat, akan menjadi salah satu destinasi tujuan wisata berkelas internasional. Kenapa gerangan? Karena di sana ada Kawasan Seribu Rumah Gadang. Di situ, banyak berdiri rumah gadang dengan usia bangunan sudah ratusan tahun.
Dan tidak hanya itu, di kawasan ini berdirilah kompleks para utusan para raja Pagaruyung dari Batu Sangkar, yang diutus oleh tuanku raja untuk mengelola wilayah teritorial.
Lantas keistimewaan kawasan ini, berdiri pula rumah gadang terpanjang di dunia dengan 21 ruang. Artinya, rumah gadang panjang tersebut dihuni oleh satu keturunan, hal ini menandakan bahwa kekeluargaan di alam Minangkabau ini sangatlah kental, dan sangatlah kuat.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Solok Selatan, Budiman, menyatakan kepada Majalah BusinessNews Indonesia saat dikunjungi, bahwa Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelontorkan anggaran sebesar Rp 110 miliar dalam tahun angaran 2018. Itu dalam rangka revitalisasi seribu rumah di Kawasan Seribu Rumah Gadang, Muara Labuh, Solok Selatan.
Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa dalam tahun anggaran 2018 ini, sudah harus dapat menyelesaikan revitalisasi 40 rumah gadang serta empat menara raja di kawasan itu.
Saat ini, seluruh tim dari Kementerian PUPR dan para ahli dibidangnya, serta para pemangku adat, masih melakukan survei-penelitian. Serta kajian yang sangat sangat mendalam terkait dengan revitalisasi tersebut, baik itu secara teknis dan nonteknis. “Sehingga keaslian serta sejarah keberadaan kawasan rumah gadang ini sesuai dengan fakta sejarah sesunguhnya,” papar Budiman.
Dia lalu berkata, Kawasan Seribu Rumah Gadang ini merupakan heritage dunia yang harus dijaga keasliannya. Dan kawasan ini merupakan satu-satunya di dunia yang memiliki rumah gadang terpanjang dengan 21 kamar.
Kemudian, di kawasan ini pulalah para utusan raja Pagaruyung yang berjumlah 60 orang, diutus olah baginda raja Pagaruyung, untuk memimpin Solok. Para utusan raja tersebut membangun satu masjid yang diberikan nama Kurang Aso, di dalam kawasan ini. Dan dua masjid lainnya ada terletak di wilayah lain.
Kawasan Seribu Rumah Gadang ini akan mencakup luasan 20 hektar. Di mana setelah itu, kawasan ini akan menjadi destinasi wisata unggulan bagi Kabupaten Solok Selatan. “Tentunya kawasan ini akan menjadi heritage dunia dan kami sedang mendaftar ke badan dunia sebagai cagar budaya yang wajib dilindungi,” kata Budiman.
“Harapan kami, kawasan ini menjadi pusat pendidikan sejarah bagi generasi muda Indonesia dan juga dunia, bahwa keberadaan dan kekayaan kerajaan Nusantara pada jaman dahulu sudah berjalan dengan damainya tanpa harus adanya perampasan kekuasan wilayah. Di kawasan ini sudah sangat terlihat dengan jelas bagaimana Kerajaan Pagaruyung mengelola wilayah kekuasaannya,” lanjut Budiman.
Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dalam menyambut kunjungan wisatawan, tentunya punya berbagai kerja sama yang telah dilakukan. Hal itu meliputi kerja sama dengan badan usaha milik negara (BUMN), dan lain-lain. Baru-baru ini, telah dilakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Hotel Grand Inna Padang dan beberapa biro perjalanan dan travel, dengan memberikan paket-paket perjalanan kepada wisatawan untuk berlibur di kawasan nan indah Solok Selatan. (Al)
————————————————————————————————————
Yang Khas dari Sumatera Barat, Banyak
Sumatera Barat sejatinya kaya akan objek pariwisata. Selain Kawasan Seribu Rumah Gadang, ada banyak hal lain yang menjadikan Sumatera Barat bisa menjadi kawasan tujuan wisata kelas dunia.
Apa sajakah? Keterangan dari Dinas Pariwisata Sumatera Barat, menjelaskan tentang berbagai fakta unik tentang Sumatera Barat. Berikut ini beberapa di antara keunikan itu.
1. Banyak Kawasan Konservasi
Terdapat beberapa kawasan konservasi seperti Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Taman Nasional Pieh, Cagar Alam Rimbo Panti, Cagar Alam Lembah Harau, Cagar Alam Air Putih
2. Topografi Lengkap dan Unik
Memiliki laut dan pegunungan, hampir seluruh lahan di Sumatera Barat memiliki topografi yang unik, dan beberapa di antaranya sangat terkenal dengan danau, gunung, pantai, laut, pulau, lembah atau biasa disebut ngari. Ada pula air terjun, dan jembatan akar.
3. Flora dan Fauna Khas
Beberapa di antaranya, ikan bilih merupakan spesies ikan endemik (khas) yang hanya terdapat di Danau Singkarak. Ukurannya kira-kira 6-12 cm, sebesar ikan teri ukuran sedang, dan pemakan plankton. Keunikannya adalah tidak bisa dikembangbiakkan di daerah mana pun.
4. Tarian Menarik
Tari Piring atau dalam bahasa minang disebut ‘piriang’ merupakan salah satu tarian tradisional di Minangkabau yang berasal dari Kota Solok. Untuk melakukan tarian ini dibutuhkan ritme kecepatan dan ayunan yang sesuai agar piring tidak jatuh.
5. Banyak Peninggalan Pra-Sejarah
Peninggalan pra-sejarah,yang terdapat di Kabupaten 50 Koto, di daerah Solok Selatan dan daerah Taram. Sisa-sisa peninggalan tradisi barn besar ini terwujud dalam berbagai bentuk seperti: bentuk barn dakon, barn besar berukir, barn besar berlubang, barn rundell, kubur barn, dan barn altar.
6. Bangunan Unik
Jam Gadang; hal yang istimewa dari Jam Gadang adalah tentang mesinnya yang hanya ada dua di dunia. Pertama di Big Ben, Inggris; kedua di Bukittinggi, Sumatera Barat. Salah satu hal menarik lain dari jam yang merupakan hadiah dari Ratu Belanda kepada controleur (sekretaris kota) ini adalah mengenai penulisan angka Romawi pada jarum empat yang biasanya tertulis IV, tetapi malah tertulis IIII. Jam ini didirikan tahun 1926 dan diarsiteki oleh Yazin dan Sutan Gigi Ameh yang memakan biaya 3000 Gulden. (Al)
———————————————————————————————————
*Tulisan Ini Sebelumnya Dimuat di Majalah BusinessNews Indonesia Edisi Mei 2018
