TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Bakrie Masuki Bisnis Bus Listrik dan PLTU

Nurdian Akhmad
26 June 2018 | 16:33
rubrik: Business Info

Foto: istimewa

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Guna mendongkrak kinerja perseroan, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) berencana melakukan ekspansi usaha baru di bidang bus bertenaga listrik dan pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Untuk bisnis bus listrik, Bakri akan menggandeng perusahaan pengembang dan manufaktur baterai asal China BYD Auto.

Nantinya, pengembangan bisnis baru tersebut menjadikan anak usahanya di bidang manufaktur yaitu PT Bakrie Autoparts tergabung dengan unit usaha baru yang akan dibangun oleh perseroan dalam pengadaan bus tersebut.

Menurut perseroan, prospek bisnis penyediaan bus bertenaga listrik merupakan hal yang baru di Indonesia, sehingga diharapkan bisnis tersebut mampu bersaing dan unggul di pasar Indonesia.

“Nantinya PT Bakrie Autoparts akan digabung jadi satu usaha baru, kerjasama dengan China karena perusahaan tersebut yang paling unggul karena kami sudah tawarkan ke Jepang dan Eropa. Jadi baterai dan dinamo dari mereka kalua body bus kita di Indonesia masih bisa bikin ya,” ujar Bobby Gafur Umar Direktur Utama BNBR di Bakrie Tower, Selasa (26/6/2018).

Namun, hingga saat ini pihaknya belum memperkirakan jumlah investasi yang disediakan dalam pengadaan bus listrik tersebut. Namun, untuk pembiayaan untuk penyediaan baterai hingga dinamo Bus Listrik tersebut diserahkan sepenuhnya oleh BYD Auto.

Untuk launching proyek tersebut, perseroan akan melakukan show case bus bertenaga listrik tersebut paling lambat pada akhir tahun 2018.

“Kami akan memulai program-program dengan kepala daerah dengan pengadaan bus listrik sebagai sarana transportasi baru usai Pilkada. Rencananya kami akan mulai memasukkan ke berbagai kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Semarang dan Palembang,” tambah Bobby.

Selain itu, perseroan juga berencana untuk mengakuisisi kawasan industri kimia dengan luas lahan hingga 1.000 hektar dan berpotensi meningkatkan nilai aset perseroan hingga Rp 10 triliun.

BACA JUGA:   Berhadiah Total Rp3,4 Miliar, Pendaftaran Sayembara Konsep Perancangan Kawasan dan Bangunan Gedung di IKN Segera Ditutup

Proyek terbaru lainnya yaitu, pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) tanjung Jati berkapasitas 660 megawatt (MW) di Cirebon Jawa Barat.

Untuk proyek tersebut, perseroan telah melakukan akuisisi tanah untuk pembangunan PLTU dan transmisinya diatas tanah seluas 230 hektar. Sedangkan nilai investasi untuk menggarap proyek tersebut mencapai US$ 6,2 miliar serta nilai konstruksi sebesar US$ 1,6 miliar.

“Kami sistemnya joint venture (JV) dengan YTL Jawa Energy BV anak usaha YTL Corporation Berhad. Financial closing diharapkan rampung pada akhir 2018, kami punya 20% kepemilikan disini dengan masa pembangunan 4 tahun,” ujar Bobby.

Tags: bakrie brothers
Previous Post

Kredit Bermasalah BRI Syariah Masih Tinggi

Next Post

Underpass Ngurah Rai Selesai Lebih Cepat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR