Jakarta, BusinessNews Indonesia—Posisi aset finansial luar negeri (AFLN) Indonesia tercatat naik. Posisi AFLN pada akhir triwulan I 2018 naik 0,5% (quarter to quarter) atau USD 1,7 miliar menjadi USD 339,3 miliar. Hal ini dijelaskan Bank Indonesia. Dalam keterangan pers akhir pekan kemarin. Jakarta.
Dijelaskan, kenaikan itu didorong oleh transaksi perolehan AFLN dalam bentuk investasi langsung, investasi portofolio, dan investasi lainnya.
Selain itu, kenaikan posisi AFLN pada akhir periode laporan dipengaruhi oleh faktor perubahan lainnya. Itu seperti revaluasi positif atas AFLN dalam denominasi non-USD, sejalan dengan USD yang melemah terhadap beberapa mata uang tertentu.
Bank Indonesia juga memandang perkembangan posisi investasi internasional (PII) Indonesia pada triwulan I 2018 masih tetap sehat.
PII mencatat net kewajiban yang menurun terutama karena berkurangnya posisi kewajiban finansial luar negeri (KFLN). Pada akhir triwulan I 2018, PII Indonesia mencatat net kewajiban USD 327,9 miliar (31,8% terhadap PDB). Ini lebih rendah dibandingkan dengan posisi net kewajiban pada akhir triwulan IV 2017, yang tercatat sebesar USD 333,6 miliar (32,9% terhadap PDB).
Meski demikian, Bank Indonesia tetap mewaspadai risiko net kewajiban PII terhadap perekonomian.
Ke depan, Bank Indonesia meyakini kinerja PII Indonesia akan semakin baik sejalan dengan terjaganya stabilitas perekonomian dan pemulihan ekonomi Indonesia yang didukung oleh konsistensi dan sinergi bauran kebijakan moneter, kebijakan fiskal, dan reformasi struktural.
