TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Menanti Data Inflasi, IHSG Dibuka Naik 29,1 Poin

Nurdian Akhmad
2 July 2018 | 09:33
rubrik: Capital Market
Sentimen Positif Wall Street, IHSG Terkerek 0,6%

Foto: istimewa

Jakarta, BusinessNews Indonesia –  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan pagi ini dengan naik 28,1 poin atau 0,48% ke level 5.827,36. Namun, kenaikan indeks ini dibayang-bayangi pelemahan karena pasar menunggu rilis data inflasi Juni 2018.

Membuka perdagangan Senin (1/7/2018), ada 99 saham menguat, 31 saham melemah, dan 96 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp79,97 miliar dari 47,5 juta lembar saham diperdagangkan.

Indeks LQ45 naik 7,7 poin atau 0,8% menjadi 916,66, Jakarta Islamic Index (JII) naik 3,7 poin atau 0,5% ke 658,46, indeks IDX30 naik 4,3 poin atau 0,8% ke 497,72 dan indeks MNC36 naik 2,6 poin atau 0,8% ke 325,02.

Seluruh sektor penggerak IHSG menguat, dengan sektor finance memimpin kenaikan hingga 1%, disusul infrastruktur 0,91%.

Adapun saham-saham yang bergerak dalam jajaran top gainers, antara lain saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp900 atau 1,3% ke Rp68.150, saham Indo-Rama Synthetics Tbk (INDR) naik Rp775 atau 12% ke Rp7.225 dan saham PT United Tractors Tbk (UNTR) naik Rp575 atau 1,8% ke Rp32.175.

Sementara itu, saham-saham yang bergerak dalam jajaran top losers, antara lain saham PT Indofarma (Persero) Tbk (INAF) turun Rp730 atau 18% ke Rp3.170, saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun Rp375 atau 0,8% ke Rp45.725, dan saham PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) turun Rp275 atau 5,3% ke Rp4.950.

Menurut Analis Artha Sekuritas Indonesia Juan Harahap, pergerakan indeks hari ini akan dipengaruhi data inflasi, yang akan diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini. Inflasi Juni 2018 diperkirakan terkendali dan bisa memberi sentimen positif pada pasar.

Berdasarkan proyeksi yang dibuat awal Juni, Bank Indonesia memperkirakan, inflasi bulanan Juni sebesar 0,22%, sedangkan inflasi tahunan sebesar 2,75%.

BACA JUGA:   PPRO Miliki Proyek Student Residence di Beberapa Wilayah Strategis, Tak Cuma Depok

Sementara Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan, inflasi cenderung rendah di Bulan Juni karena harga pangan terkendali. Perkiraan dia, inflasi Juni 2018 sekitar 0,2%-0,25% secara bulanan.

Meski begitu, analis meminta waspadai saham perbankan yang sensitif dengan pergerakan bunga. BI pada pekan lalu menaikkan bunga acuan 50 basis poin menjadi 5,25% dan diperkirakan akan mempengaruhi kinerja perbankan yang memiliki bobot besar di bursa saham.

Tags: ihsginflasi
Previous Post

Sentimen Kenaikan BI Rate, Rupiah Bertengger di Level Rp 14.320/Dolar AS

Next Post

Tetap Produktif Pascalibur Panjang

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR