TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ada Lebaran, Inflasi Juni 2018 Capai 0,59 Persen

Nurdian Akhmad
2 July 2018 | 13:25
rubrik: Business Info, Ekonomi
Laju Inflasi Maret 2018 Capai 0,2 Persen

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat inflasi pada Juni 2018 sebesar 0,59 persen. Angka ini lebih tinggi tinggi dibandingkan inflasi Mei 2018 yang sebesar 0,21 persen. Namun ini lebih rendah dibandingkan Juni 2017 yang sebesar 0,69 persen.

Sementara, untuk inflasi tahun kalender sebesar 1,90 persen. Sedangkan inflasi tahun ke tahun (year on year) sebesar 3,12 persen. “Perkembangan harga komoditas pada Juni menunjukkan adanya peningkatan,” kata Kepala BPS Suhariyanto dalam , Senin (2/7/2018).

Dalam catatan BPS, inflasi bahan makanan mencapai sebesar 0,19%. Komoditasnya antara lain ikan segar dengan andil 0,08%, yang disebabkan oleh cuaca buruk di perairan Indonesia Timur sehingga nelayan tidak berani melaut dan berujung pada menipisnya suplai.

Komoditas lain yaitu daging ayam ras dengan andil 0,03%. Menurut Suhariyanto, hal ini wajar karena permintaan setiap Lebaran selalu meningkat. Peningkatan permintaan terlihat di 61 kota di seluruh Indonesisa.

Inflasi pada Ramadan 2018 ini lebih rendah dibandingkan 2017 dan 2016 yang masing-masing sama yakni sebesar 0,69 persen. “Inflasi pada Juni ini terendah. Lebih rendah pada Lebaran, Juni 2017 juga dari posisi bulan Lebaran 2016. Ini merupakan angka yang menggembirakan karena itu kita perlu apresiasi kinerja pemerintah dan BI yang mengantisipasi dan berbagai rencana,” tutur dia.

Selain itu, BPS mencatat komoditas daging sapi, kacang panjang, cabai rawit, bawang merah, dan kelapa mengalami inflasi dengan andil tipis sebesar 0,01%.

Penurunan harga bahan makanan terjadi di beberapa komoditas antara lain telur ayam ras dan cabai merah dengan andil deflasi sebesar 0,03%. Adapun beras dan bawang berkontribusi 0,01%.

Penyebab inflasi pada Juni 2018 dipicu oleh kenaikan inflasi harga yang diatur pemerintah yaitu tarif angkutan udara yang mengalami inflasi hingga 0,15%. Suhariyanto menerangkan pemicunya adalah hari libur yang panjang serta ritual pulang kampung yang menyebabkan permintaan tiket pesawat meningkat.

BACA JUGA:   Bumdes Riau Bergerak Redam Inflasi Pangan

Selanjutnya, tarif angkutan antar kota mengalami inflasi sebesar 0,08% dan kereta api sebesar 0,01%.

“Inflasi Juni 2018 terutama disebabkan inflasi administered prices sebesar 1,38% dengan andil 0,28%,” lanjutnya.

Secara umum, Suhariyanto menilai inflasi pada Lebaran 2018 cukup terkendali. Pasalnya, pemerintah dan Bank Indonesia (BI) sudah melakukan antisipasi menghadapi Lebaran.

Dari 82 kota yang dihitung Indeks Harga Konsumen (IHK), seluruh kota telah mengalami inflasi. “Inflasi tertinggi terjadi di Tarakan sebesar 2,71 persen dan terendah terjadi di Medan dan Pekanbaru sebesar 0,01 persen,” ujar dia.

 

Tags: inflasi
Previous Post

Transformasi Bantaeng dari Daerah Tertinggal Jadi Pusat Ekonomi Sulsel

Next Post

Bank DBS Dorong Fintech di Kalangan Startup

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR