
Bandung, businessnews.id —– PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) masih optimis memertahankan pangsa pasar pemeringkatan efek di Indonesia dengan penguasaan pasar sebesar 80 persen. Walaupun, hingga 9 Mei 2014, baru meraih 29 persen.
Menurut Direktur Utama Pefindo, Ronald T. Andi Kasim, di Bandung akhir pekan lalu, pangsa pasar yang masih 29 persen itu disebabkan obligasi yang menggunakan pemeringkatan lebih banyak terbit pada periode setelah 9 Mei 2014.
Lanjut Kasim, pihaknya telah menandatangani kesepakatan memeringkat obligasi sampai 9 Mei 2014 untuk sembilan korporasi dengan total nilai Rp 15,3 triliun.
Dengan rincian, dari sektor perbankan lima bank dengan nilai Rp 9,8 triliun; sektor pembiayaan dan penjaminan ada dua perusahaan dengan nilai Rp 2,5 triliun; sektor makanan dan minuman ada satu perusahaan dengan nilai Rp 2 triliun; sektor transportasi ada satu perusahaan dengan nilai Rp 1 triliun. “Rencananya obligasi itu akan diterbitkan setelah Pemilihan Umum Presiden.”
Di samping itu, Pefindo masih mengantongi 11 kontrak kerja pemeringkatan dengan nilai total obligasi yang akan diterbitkan oleh 11 perusahaan tersebut sebesar Rp 3,5 triliun. “Mereka ini meminta menunda hingga selesai pemilihan presiden,” terang dia.
Saat ini di Indonesia telah terdapat tiga perusahaan pemeringkat efek, yakni Pefindo, Fitch Rating, dan ICRA (Indian Credit Rating Agency). (ZIZ)
EDITOR: DHI