Jakarta, BusinessNews Indonesia—Bank DBS mendapatkan beberapa keuntungan dari strategi transformasi digital yang telah berjalan. Antara lain, DBS meningkatkan rasio biaya pendapatan dari 45,4% pada 2015, menjadi 43% pada 2017.
CEO DBS, Piyush Gupta, mengatakan bahwa pendapatan pihaknya juga meningkat sebesar 10,4% dalam periode yang sama.
“Sementara itu, proporsi pelanggan dalam consumer and SME banking di Singapura dan Hong Kong yang digital, naik 9% sejak 2015 menjadi 42% hari ini,” kata dia dalam keterangan pers. Yang diterima Majalah BusinessNews Indonesia. Kemarin malam.
Dijelaskan, Bank DBS menerima pengakuan global sebagai ‘World’s Best Digital Bank’ dan ‘World’s Best SME Bank’ oleh Euromoney.
“DBS Bank adalah bank Asia dan Singapura pertama yang memenangkan dua penghargaan kategori global dalam penghargaan bergengsi Euromoney Awards for Excellence 2018,” kata Gupta.
Euromoney menilai bahwa sangat jarang menemukan bank yang menawarkan layanan komprehensif untuk UKM lintas batas. Singapura adalah pengecualian, dan DBS telah membuat kemajuan terbesar dalam periode peninjauan penilaian.
DBS dinilai memanfaatkan keunggulan digital untuk memberikan kenyamanan, kecepatan dan solusi komprehensif bagi usaha kecil dan menengah. Ini ditempatkan dengan baik untuk membantu pertumbuhan bisnis dari India ke Greater Bay Area, dan hal itu dilakukan tanpa mengorbankan kualitas aset.
