Jakarta, BusinessNews Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan pekan ini (Senin, 16/7/2018) dibuka melemah, mengikuti bursa regional yang mayoritas juga masih loyo. IHSG dibuka turun 2,1 poin atau 0,03% ke 5.941,91 dan belum mencapai level 6.000.
Ada 18 saham menguat, 7 saham melemah, dan 18 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp16 miliar dari 4,9 juta lembar saham diperdagangkan
Indeks LQ45 naik 0,67 poin atau 0,1% menjadi 938,39, indeks Jakarta Islamic Index (JII) turun 5,81 poin atau 0,9% ke 669,31, indeks IDX30 naik 0,18 poin atau 0,0% ke 510,32 dan indeks MNC36 naik 0,29 poin atau 0,1% ke 333,22.
Sektor penggerak IHSG bergerak dua arah, dengan sektor perkebunan memimpin penguatan hingga 0,5%. Sementara sektor infrastruktur turun 0,1%.
Adapun saham-saham yang bergerak di jajaran top gainers, antara lain saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik Rp400 atau 0,9% ke Rp47.300, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) naik Rp120 atau 2,7% ke Rp4.620 dan PTMahkota Group Tbk (MGRO) naik Rp103 atau 24,4% ke Rp525.
Sedangkan saham-saham yang ada di jajaran top losers, antara lain saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) turun Rp300 atau 2,2% ke Rp13.375, saham PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp125 atau 1,8% ke Rp6.675, dan saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) turun Rp125 atau 1,4% ke Rp8.750.
Sementara itu, mayoritas bursa saham utama kawasan Asia diperdagangkan melemah pada pagi hari ini: indeks Strait Times turun 0,7%, indeks Hang Seng turun 0,12%, indeks Shanghai turun 0,51%, sementara indeks Kospi bisa menguat walaupun tipis saja (+0,05%).
Sempat dibuka di zona hijau, bursa saham kawasan Asia melemah pasca data-data ekonomi penting di China dirilis. Pada kuartal-II 2018, perekonomian China tercatat tumbuh sebesar 6,7% YoY, sama dengan konsensus yang dihimpun oleh Reuters. Penjualan barang-barang rilis periode Juni tumbuh sebesar 9% YoY, juga sama dengan konsensus. Namun, output industri untuk periode Juni hanya tumbuh sebesar 6% YoY, lebih rendah dari konsensus yang sebesar 6,5% YoY.
